RRI Goes To Unihaz : Mahasiswa Kunci Pencegahan Peredaran Narkoba

RRI Goes To Campus Unihaz

KBRN, Bengkulu : Program Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bengkulu Goes To Campus di Universitas Hazairin (Unihaz) Bengkulu, Rabu (6/7/2022) pagi, mengangkat tema Peran mahasiswa dalam memberantas bahaya Narkoba. 

Narasumber menghadirkan Direktur Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu, Kombes Pol Rohadi dan Rektor Unihaz Dr Ir Yulfiperius dihadiri mahasiswa duta kampus Unihaz. 

Dalam program ini, Dirnarkoba menyampaikan materi terhadap pencegahan penyalahgunaan Narkoba dari segi hukum. Sementara Rektor Unihaz menyampaikan komitmen dalam pencegahannya di lingkungan kampus dengan berbagai dukungan mahasiswa yang ada.

Dirnarkoba mengajak agar mahasiswa turut serta mencegah penyalahgunaan di lingkungan kampus. Salah satu langkah pencegahannya, kata dia, adalah dengan berprestasi di segala bidang dan memajukan bangsa. 

"Dengan mengejar cita-cita dan berprestasi di segala bidang, tentu mahasiswa tidak lagi sempat dan mau tau apa itu Narkoba. Terutama kepercayaan diri. Ketika itu sudah kita miliki, maka percaya diri menjadi dorongan mahasiswa untuk berprestasi," katanya.   

Rohadi mengakui masih adanya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan kampus. Namun ia menyebut, penyalahguna di usia di bawah 18 tahun tidak ditindak melainkan direhabilitasi.

"Bagi korban penyalahguna narkoba, aparat hukum lebih mempertimbangkan aspek rehabilitasi," kata dia.

Sesuai regulasi berlaku, kata Rohadi, hukum bagi gembong Narkoba masih terhambat adanya peraturan daerah (Perda) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

Belum adanya perda ini menghambat aparat untuk melakukan hukuman tegas seperti hukum mati bagi pengedar gelap Narkoba. 

Rohadi mengatakan peredaran gelap tidak dapat ditekan tanpa adanya kolaborasi semua pihak. Untuk itu peran serta mahasiswa untuk menjaga lingkungan kampus bersih dari Narkoba sangat diharapkan.

Selanjutnya, Rektor Unihaz mengatakan adanya program RRI goes to campus menjadi salah satu jembatan untuk mahasiswa mengetahui dan mempelajari bahaya Narkoba dari narasumber kredibel. 

Terlebih saat ini Indonesia menuju generasi emas 20245 di mana pada masa ini negara akan diisi oleh kalangan pemuda-pemudi berprestasi tanpa penggunaan Narkoba.

"Di sinilah mereka akan menjadi kunci pencegahan peredaran narkoba di kalangan milenial," kata Yulfiperius.

Tak hanya itu, akademisi juga mendorong terbentuknya Perda P4GN sebagai bentuk hukum untuk mencegah, melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan Narkotika dan prekursornya serta memberikan layanan rehabilitasi kepada korban Narkoba.

"Kami mendorong percepatan pengesahan perda ini agar Indonesia dan Bengkulu khususnya segera terbebas dari peredaran Narkoba," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar