PPDB Online di Bengkulu Diwarnai Salah Input Data

Pusat informasi data PPDB Online Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 di wilayah Provinsi Bengkulu diakses secara penuh melalui online lewat website bengkuluprov.siap-ppdb.com. 

Dampaknya, Panitia pelaksana PPDB di wilayah kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mencatat terdapat 11 aduan salah pendaftaran pada jalur zonasi.

"Ada 11 aduan per Jumat (1/7/2022) yang kesalahannya rata-rata di penempatan sekolah, dan input data pendaftaran," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dikbud Provinsi Bengkulu, Sayuti, Sabtu (2/7/2022).

Sayuti menerangkan kesalahan tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi penerapan PPDB online dari pihak sekolah sehingga orangtua calon siswa masih belum memahami penggunaan maupun teknis aplikasi yang disediakan.  

"Kalau dari Dikbud sosialisasinya ke cabang dinas (Cabdin), Cabdin langsung ke sekolah dan sekolah sosialisasi langsung ke orangnya calon siswa," ujar Sayuti.

Salah satu contoh yang ia terangkan pada saat pendaftaran orang tua berencana menempatkan anaknya di wilayah cabang dinas Kota Bengkulu namun yang diakses adalah Kabupaten Bengkulu Selatan karena kesalahan input.

Akhirnya, orangtua harus ada keputusan untuk segera melapor ke Diknas Provinsi Bengkulu selaku fasilitator PPDB online agar data yang diinput pada sistem zonasi dicabut atau ditarik untuk kemudian didaftarkan ke sekolah dimaksud. 

"Ini memang agak sulit karena orangtua calon siswa harus datang ke sini untuk pengurusannya," kata Sayuti. 

Lalu tak sedikit orangtua calon siswa melapor langsung ke Dikbud Provinsi Bengkulu untuk mendaftarkan anaknya langsung ke sekolah dimaksud padahal secara teknis Dikbud hanya sebagai fasilitator sedangkan teknis seluruhnya langsung ke sekolah.  

"Ada juga yang orangtuanya mengadu ke Dikbud Provinsi padahal calon siswa sedang mendaftar ke SMP yang teknisnya ada di Dikbud Kota Bengkulu," kata Sayuti.

Selain itu, pelaksanaan PPDB online ini menurutnya adalah yang paling efektif karena calon siswa hanya perlu mendaftar dengan mengajukan berkas ke sekolah tanpa harus mendatangi langsung. 

"Nanti bisa dilihat di aplikasi online-nya, apakah sekolah dimaksud masih tersedia kuotanya atau sudah penuh. Jika penuh maka orangtua bisa memilih sekolah-sekolah lain yang terdekat dengan wilayahnya," kata Sayuti.

Selain itu, penerimaan PPDB online juga tidak berdasarkan nilai calon siswa, melainkan siapa yang paling cepat mendaftar. 

"PPDB online ini juga terseleksi secara transparan. Jadi tidak perlu takut ada pungli dan semacamnya," kata Sayuti. 

Pelaksanaan PPDB online yang hanya sampai tanggal 4 Juli 2022, lanjut Sayuti, menuntut orangtua calon siswa untuk lebih teliti dalam mendaftarkan anaknya. 

Ia berpesan kepada wali murid calon peserta didik baru, agar benar-benar teliti dan seksama dalam menentukan titik koordinat rumah saat pendaftaran dimulai nanti. Sehingga peserta didik, dapat masuk ke sekolah yang ada di dekatnya.

"Diusahakan agar alamat lengkap, sehingga titik lokasi rumah tersebut, dapat terbaca oleh satelit nantinya," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar