Masyarakat Menilai PPDB dari Madrasah ke Sekolah Negeri Membingungkan

KBRN, Bengkulu: Pada hari pertama, Jumat (01/7/2022) Penerimaan Peserta Didik Baru – PPDB tingkat SMP melalui jalur zonasi mengalami masalah yang dikeluhkan para orang tua wali murid asal sekolah madarasah yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah umum atau sekolah negeri.

Para orang tua wali murid tersebut mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu untuk mempertanyakan mekanisme pendaftaran online melalui laman pendaftaran yang tidak bisa diakses, karena tidak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Minimnya informasi yang didapatkan orang tua baik dari pihak sekolah asal maupun sekolah tujuan serta pihak panitia di dinas, menyebabkan orang tua kebingungan dan khawatir anak mereka tidak bisa mendaftar ke sekolah di zona tempat tinggal mereka.

“Nggak dijelasin dari awal apa saja yang diperlukan, nah pada saat seperti ini baru diminta. Jadi kami orang tua kerepotan,” ujar Seperti yang Ibu Kiki, orang tua wali murid lulusan Madrasah Ibtidaiyah Swasta – MIS Nurul Huda Kota Bengkulu.

Hal senada juga disampaikan Ibu Rara, yang hari ini juga mendatangi Kantor Dinas untuk meminta kejelasan kepada pihak panitia PPDB yang justru menurutnya mendapat informasi, dirinya harus mendapatkan barcode khusus yang dikeluarkan dari pihak Kantor Kementerian Agama Bengkulu.

“Jadi tadi saya tanya ke panitia, tapi disuruh minta barcode. Tapi untuk dapat barcode itu malah katanya sudah terlambat karena harus dilakukan maksimal tanggal 30 Juni kemarin,” ungkapnya bingung.

Ketidakjelasan itu membuatnya khawatir, anaknya tidak bisa didaftarkan masuk SMP Negeri melalui jalur zonasi sehingga mengharapkan pihak dinas bisa membantu memberikan dispensasi. Ibu Rara juga tidak mengetahui, tata cara untuk mendapatkan barcode yang dimaksudkan.

Menanggapi kesimpang siuran itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Gianto mengatakan sebenarnya pihak dinas sudah menyampaikan sosialiasi kepada masyarakat dan sekolah terkait tata cara pendaftaran PPDB SMP siswa dari sekolah madrasah ke sekolah umum atau sekolah negeri.

Disamping itu menurutnya, pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sebagai sekolah yang menaungi sekolah madrasah melalukan pengurusan terhadap penyesuaian Education Management Information System – EMIS ke MISN, yang langsung bisa diakses panitia PPDB di sekolah ketika pendaftaran sehingga orang tua wali murid tidak perlu melakukan pengurusan sendiri. (Lns)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar