Hanya Pencak Silat dan Karate, 02SN Digelar Daring

BENGKULU, KBRN: Meski jumlah kasus Covid-19 terus melandai, kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Tahun 2022 akan kembali digelar secara daring atau online. Peserta hanya mengirim rekaman video yang kemudian  dinilai dan diseleksi oleh para juri.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Kota Bengkulu melalui Kepala Seksi Pembinaan SMP Huteman Mulyadi kepada RRI mengatakan, ketentuan pelaksanaan O2SN secara daring itu sudah ditetapkan dalam petunjuk teknis atau juknis kegiatan O2SN Tahun 2022 yang diterbitkan oleh Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kemendiknasbud, riset dan teknologi.

Berdasarkan Juknis tersebut, diketahui O2SN hanya diselenggarakan bagi pelajar SD dan SLTP. Kegiatan seleksi dimulai dari tingkat sekolah, lalu tingkat kecamatan. Juara tingkat kecamatan lalu diseleksi di tingkat kabupaten.

Peserta seleksi tingkat kabupaten/kota adalah juara tingkat kecamatan yang terdiri dari 8 orang, masing-masing 4 putra dan 4 putri. 

Lalu peserta tingkat provinsi adalah juara tingkat kabupaten, terdiri dari empat orang, masing-masing dua putra dan dua putri. Sementara peserta tingkat nasional adalah juara tingkat provinsi, masing-masing empat peserta (2 putra dan 2 putri).

"Juknisnya sudah kami terima. Jadi untuk di tingkat Kota, peserta nanti merekam kegiatan olahraga yang diikuti, yakni Pencak Silat atau Karate. Rekaman itu dikirim ke panitia melalui website untuk dinilai dan diseleksi oleh tim yang dibentuk," jelas Huteman.

Huteman mengakui kasus Covid-19 di Kota Bengkulu memang sudah turun atau jauh berkurang dibanding tahun lalu. Namun karena sudah ditetapkan dalam Juknis, maka pihaknya tidak mungkin menggelar seleksi secara langsung, tatap muka, atau offline.

"Maunya kita sih langsung supaya seleksi bisa lebih ketat. Tapi juknisnya sudah mengatur secara online maka kami hanyan mengikuti saja," kata Huteman.

Meski demikian, Huteman mengaku akan mempertimbangkan jika semua pihak yang terlibat nantinya meminta penyelenggaraan O2SN secara langsung atau offline. "Tapi semua pihak sepakat dan siap bertanggungjawab. Kalau cuma Diknasbud, tidak mungkin karena juknisnya sudah ditetapkan," ujar Huteman.

Selain ada kesepakatan tertulis para pihak, kata Huteman, pihaknya juga perlu berkoordinasi kepada panitia tingkat provinsi. Sebab jika panitia provinsi tidak mau maka kesepakatan para pihak tadi tidak berguna apa-apa.

Lebih lanjut dikatakan Huteman, tahun ini hanya dua cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN, yakni Pencak Silat dan Karate. 

Untuk Pencak Silat, kategori yang dipertandingkan adalah jurus tunggal putra dan putri. Sementara untuk cabor karate, kategori yang dipertandingkan adalah kata tunggal putra dan putri.

Karena itu Huteman mengimbau agar pihak sekolah memberi dukungan penuh kepada siswa dan siswinya yang akan mengikuti kegiatan O2SN ini. Apalagi, kata Huteman, selama ini sekolah juga berkepentingan dengan penjaringan siswa baru dari jalur prestasi olahraga.

Selain itu, tambah Huteman, bagi guru olahraga kegiatan ekstra pembinaan olahraga bisa dimanfaatkan untuk menambah jam mengajarnya. "Memang ada sekolah yang cenderung memprioritaskan ke olahraga tertentu, namun kami tetap mengimbau agar pembinaan olaharaga apa pun bisa didukung. Termasuk kepada komite-komite cabang olahraga supaya terus membina anak-anaknya," kata Huteman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar