Pembuatan Sirup Kalamansi, Minuman Khas Bengkulu

Sirup jeruk kalamansi

KBRN, Bengkulu : Jeruk kalamansi merupakan salah satu buah jeruk yang banyak tumbuh di Bengkulu. Jeruk ini berbau harum dan memiliki rasa yang asam ketika sudah dimasak dan pahit ketika masih mentah.

Tanaman ini, merupakan tumbuhan yang sangat mudah tumbuh di pekarangan rumah. Tumbuhan ini pun sangat banyak manfaatnya. Banyak sekali cara agar kita bisa mengonsumsi jeruk ini.Salah satunya dijadikan sirup jeruk kalamansi.

Amti Chaniago (53), salah seorang warga Padang Serai, Kota Bengkulu yang membuat inovasi baru menjadikan air jeruk kalamansi disulap menjadi sirup jeruk kalamansi sejak 2012. Usahanya ini cukup berkembang. Ia pun meraih pundi-pundi uang.

Proses pembuatan jeruk ini tidak mudah. Karena membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam agar menjadi sirup yang disukai oleh konsumen. Ia pun berbagi ilmu tentang cara membuat jeruk kalamansi itu untuk diterapkan di rumah.

Amti menuturkan, ada 10 langkah cara pembuatan sirup jeruk kalamansi ini.

"Tahap pertama, pilihlah jeruk yang bagus. Yaitu yang kulitnya sudah mengkilat. Tahap kedua, yaitu cuci jeruk dengan air yang mengalir, cuci sampai bersih sampai kotoran yang di kulit jeruk menghilang," katanya, Senin (16/5/2022).

Tahap ketiga, jeruk dikeringkan untuk mengurangi kadar air sesudah dicuci. Tahap keempat, jeruk dibelah menjadi 2, lalu diperas. Tahap kelima, yaitu disaring. Gunanya, memisahkan antara sari jeruk kalamansi dan biji jeruk. Tahap saring ini dilakukan selama 3 kali berturut-turut.

"Tahap keenam, yaitu air jeruk kalamansi dicampur oleh gula pasir sesuai dengan pesanan. Biasanya, perbandingannya 2 kg gula dicampur 1 liter air jeruk kalamansi," kata Amti.

Tahap selanjutnya, yaitu campuran air jeruk dan gula dikukus atau dimasak selama 1 setengah jam. Sesudah dimasak atau dikukus selama 1 setengah jam, sirup didinginkan selama 10 jam. Lalu disaring 1 kali lagi. Ini gunanya untuk memastikan tidak adanya kotoran dan menjaga ke higienisan sirup.

"Terakhir, sirup dimasukkan ke dalam kemasan untuk dipasarkan atau dikirimkan ke konsumen yang sudah memesan," demikian Amti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar