Kurikulum Baru, Satuan Pendidikan Diminta Menyesuaikan

KBRN, Bengkulu : Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud & Ristek) RI telah mulai menerapkan Kurikulum Prototipe.

Dengan itu, diminta satuan pendidikan khususnya di Provinsi Bengkulu baik tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK, agar dapat mulai melakukan penyesuaian dalam penerapan Kurikulum Prototipe dimaksud.

Hal itu terungkap dalam Workshop Pendidikan, Sosialisasi Kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran yang dipusatkan di LPMP Bengkulu pada Senin, (17/1/2022).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbud & Ristek RI, Supriyatno, MA mengatakan, kurikulum prototipe baru saja diperkenalkan, dan keberadaan kurikulum ini untuk mengurangi lolosnya proses pembelajaran akibat pandemi Covid-19.

Terlebih selama 2 tahun pandemi ini, telah memberikan dampak yang besar terhadap sektor pendidikan di Indonesia.

“Dengan adanya kurikulum prototipe ini, nantinya diharapkan dapat mengurangi kelolosan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan, dan juga upaya dalam melakukan perbaikan pembelajaran. Pasalnya kita harus mengejar ketertinggalan selama 2 tahun ini. Dalam kurikulum ini sendiri ada penyederhanaan yang kita lakukan tehadap mata pelajaran," katanya.

Khusus di Provinsi Bengkulu, lanjut Supriyatno, pada tahun ini baru ada 2 kabupaten yang sudah mulai menerapkan kurikulum prototype, yaitu, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Rejang Lebong. Tapi kedepannya ditargetkan 3 kabupaten/kota lagi, hingga nantinya 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu menerapkan kurikulum tersebut.

Mengingat penerapan tahap pertama juga sudah di mulai 2.500 satuan pendidikan yang masuk sekolah penggerak, dan tahap kedua pada tahun ini, direncanakan 10 ribu sekolah.

"Kita berharap satuan pendidikan dapat mulai melakukan penyesuaian, termasuk di Bengkulu. Pasalnya dari tiga kurikulum yang diperkenalkan saat ini menjadi satu pada tahun 2024, dan baru akan mulai diberlakukan kurikulum mana yang baik secara nasional," harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati, M.Si menyampaikan, seiring dengan dibutuhkannya penyesuaian, dalam penerapan kurikulum protipe ini nantinya, tetap harus ada evaluasi. Apalagi di dalamnya terdapat penyederhanaan mata pelajaran.

“Tentunya kita tidak menginginkan penyederhanaan itu berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan. Walaupun dalam penyederhaan yang dimaksud, tidak menghilangkan esensial sebuah pengetahuan bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Apalagi, kita meyakini kurikulum ini baik diterapkan, karena konsep penyederhanaan-nya bukan berarti menghilangkan, tetapi menggabungkan ilmu pengetahuan. Dengan itu tinggal lagi adaptasi dari satuan pendidikan. Belum lagi kita dari legislatif juga akan melakukan evaluasi kinerja, terutama penerapan kurikulum baru," terang Anggota Fraksi PAN DPR RI ini.

Dibagian lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Dr. Eri Yulian Hidayat menyambut baik dengan adanya kurikulum prototipe, karena bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pelajaran akibat pandemi Covid-19.

"Kita pun menghimbau satuan pendidikan dapat segera menyesuaikan, sehingga nantinya ketika kurikulum diterapkan, memiliki dampak positif bagi dunia pendidikan di daerah kita," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar