FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Sinyal Lemot, Siswa Belajar Daring Dari Kebun Jati dan Cengkeh

Siswa belajar dilereng tebing
Belajar dikebun jati
Belajar pinggir jalan

KBRN-Bintuhan :   Pembelajaran dari rumah menggunakan sistem daring di masa pandemi, saat pelaksanaan banyak menimbulkan permasalahan dan kendala, seperti dialami oleh pelajar-pelajar dari 4 desa yang ada di Kecamatan Tetap, yakni Desa Tanjung Dalam, Babat, Kepahiang dan Desa Tanjung Agung, terutama faktor jaringan, sebab ke-4 desa ini masuk daerah blankspot walaupun letak geografisnya tidak jauh dari pusat Kota Bintuhan.

Rapica Biangsari dan Wina Welia dan pelajar lainnya, terpaksa harus belajar ditengah-tengah kebun jati dan cengkeh warga yang ada di lereng tebing Desa Tanjung Dalam, karena lokasi ini merupakan satu-satunya kawasan yang tersedia jaringan internet, walaupun sudah 4G terkadang masih bermasalah saat mengakses Google Classroom, aplikasi yang mereka gunakan saat pembelajaran daring.

"Cuma disini ada signalnya, makanya kami mulai pukul 7.30 hingga pukul 13.00 WIB, kami sudah disini," ungkap Vika dan Welia, pelajar SMAN 1 Kaur, Selasa (27/7/2021).

 Menurut Vika siswa Kelas XII, bukan hanya signal saja lemot, tapi juga gigitan nyamuk menjadi pengganggu saat belajar daring dari tengah hutan ini. Sementara kuota internet juga lebih cepat habis saat belajar daring, biasanya 50 ribu sebulan tapi sekarang 50 ribu seminggu, karena dari senin hingga sabtu belajar daring terus diikuti.

"Sudah dua kali saya isi kuota, 50 ribu dua kali, biasanya kuota untuk sebulan, sekarang untuk seminggu, kadang-kadang kami patungan, jadi pas belajar menggunakan hotspot, jadi lebih irit," tutur vika.

Vika dan pelajar lainnya berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur segera membangun tower jaringan internet untuk mempermudahkan belajar secara daring, mengakses berbagai informasi dan semoga pandemi Covid-19 segera berakhir agar bisa sekolah tatap muka seperti biasa.

"Semoga daerah kami dibangun tower jaringan oleh pemerintah supaya kami dapat signal dan juga korona segera pergi supaya bisa sekolah lagi," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00