Sekolah Tatap Muka, Dinas Dikbud : Sekolah Koordinasikan Dengan Gugus Tugas

KBRN, Bengkulu : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mengingatkan, pihak SMA/SMK sederajat untuk berkoordinasi dengan gugus tugas pencegahan dan pengendalian Covid-19, ketika ingin menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Pasalnya sebagaimana intruksi pemerintah pusat dalam penerapan sekolah tatap muka, saar ini masih menggunakan metode belajar tatap muka terbatas.

Terlebih lagi karena daerah Bengkulu saat ini menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk itu diminta masing-masing SMA/SMK sederajat agar berkordinasi dengan gugus tugas setempat.

"Koordinasi ini penting mengingat dalam kebijakan PPKM terdapat beberapa level. Dalam artian tetap harus menyesuikan dengan zona penyebaran Covid-19. Misal yang daerahnya ditetapkan zona merah, mungkin sekolah harus tetap dilakukan secara daring. Sebaliknya yang zona orange mungkin bisa menerapkan sekolah tatap muka terbatas," ungkap Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat dalam keterangannya.

Selain itu Eri mengharapkan, masing-masing sekolah dapat menyesuaikan dengan zona penyebaran Covid-19.

Hal itu untuk menghindari agar para siswa tidak ikut terpapar Covid-19, dan sekolah tentunya harus mengedepankan keselamatan para siswa.

Oleh karena itu, koordinasi dengan gugus tugas tersebut sangat penting, karena mereka lebih mengetahui kondisi suatu wilayah.

"Apapun keputusan gugus tugas harus diikuti pihak sekolah," tegasnya pada Minggu, (25/7/2021).

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler juga mengingatkan, ketika sekolah tatap muka terbatas diterapkan, jangan sampai membahayakan siswa. Begitu juga guru selaku tenaga pendidik.

Mengingat pihaknya setuju sekolah tatap muka digelar, karena di sekolah para siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan saja. Tetapi secara tidak langsung juga belajar budi pekerti, pembentukan karakter, dan lainnya yang tidak bisa diperoleh ketika sekolah secara daring.

"Kita berharap masing-masing sekolah dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah, sehingga nantinya para siswa dan guru terhindar dari paparan Covid-19," pungkas Dempo. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00