DPRD Kota Bengkulu Sidak SMPN. 21 Terkait Ancaman Tugas Prakarya

KBRN, Bengkulu: Pihak Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Senin (14/6) didampingi Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu akhirnya melakukan sidak ke SMP Negeri 21 Kota Bengkulu.

Sidak yang dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kasus pemberian tugas prakarya mata pelajaran matematika, yang dianggap menyulitkan dan memberatkan serta mengandung ancaman terhadap siswa.

Komisi III DPRD Kota Bengkulu yang dikomandoi Ketua, Baidari Citra Dewi dan didampingi Anggota, Mardensi, Sri Rejeki dan Imran Hanafi disambut baik Kepala SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, Hendri Supratman yang juga menjelaskan terkait masalah prakarya yang menyudutkan salah seorang guru di sekolah itu.

“Kasus ini berawal ketika terdapat beberapa orang siswa yang jarang membuat tugas dan dibebankan untuk membuat tugas sebagai representasi tugas bangun ruang pada mata pelajaran matematika,” ungkap Hendri sembari mengatakan bahwa terdapat enam orang siswa yang dianggap nilainya rendah sehingga diwajibkan untuk membuat tugas itu untuk menambah nilai.

“Kalau adanya kata-kata mengancam yang beredar di group whatsapp itu memang diakui guru yang bersangkutan,” tambahnya.

Hendri Supratman mengungkapkan masalah itu sudah ditindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi dengan guru yang bersangkutan dan meminta agar dalam memberikan tugas tidak terlalu memberatkan siswa dan orang tua, terutama di masa pandemi covid 19 seperti saat ini.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Baidari Citra Dewi menyampaikan agar kasus itu menjadi pembelajaran bagi para guru yang bersangkutan juga tenaga pendidik lainnya.

Disamping harus melihat kondisi dan kesanggupan anak maupun orang tua, juga seharusnya sebagai guru menyampaikan dengan bahasa yang sopan dan santun cerminan sebagai pendidik.

Untuk kasus di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, pihak dewan juga sudah mendapatkan penjelasan dari Kepala Sekolah yang dianggap wajar ketika tugas diberikan untuk menambah nilai siswa.

“Untuk kata-kata guru yang dianggap kasar dan mengancam oleh orang tua, sebaiknya guru meminta maaf saja.” tandas politisi NasDem tersebut.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00