Sekolah Tatap Muka, Terapkan Prokes Ketat Untuk Keselamatan

KBRN, Bengkulu : Rencana kegiatan belajar tatap muka (KBM) pada tahun ajaran baru 2021/2022, harus tetap mempertimbangkan unsur kesehatan dan keselamatan terhadap pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Oleh karena itu, dinilai perlu untuk menyiapkan dan mematangan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat, terutama di lingkungan sekolah.

"Kita menyambut baik dan sangat setuju sekolah tatap muka bisa kembali dilakukan. Tentunya harus tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan, dengan penerapan prokes mulai dari mengenakan masker, mencegah kerumunan, mencuci tangan, dan lainnya. Dengan langkah itu, diharapkan lingkungan sekolah tidak menciptakan klaster baru," ungkap Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati, M.Si dalam keterangannya.

Menurut Dewi, penyiapan penerapan prokes itu harus dilakukan sebelum sekolah tatap muka dimulai. Selain itu pihaknya di tingkat pusat bakal memperjuangkan agar para guru bisa divaksinasi.

"Sebenarnya kuota untuk guru itu sudah ada, tinggal lagi bagaimana Dinas Pendidikan di daerah mengusulkannya," kata Politisi PAN ini pada Minggu, (13/6/2021).

Selain itu lanjut Dewi, sekolah juga harus memikirkan para anak didik, sehingga pada sektor pendidikan tidak menyebabkan pelajaran menjadi hilang pada 1 generasi.

"Kita bisa sama-sama lihat dengan pembelajaran sistem daring, dimana sudah ada yang hilang. Seperti, budi pekerja, karakter, dan juga kedisiplinan siswa. Makanya kita sangat setuju sekolah tatap muka dimulai," terang Dewi.

Secara terpisah juga disampaikan anggota DPD RI, Hj. Riri Damayanti John Latief, S.Psi, MM.

Riri menyampaikan, ketika dimulainya sekolah tatap muka, maka pihak sekolah harus melakukan langkah-langkah antisipasi, agar lingkungan sekolah terhindar dari penyebaran Covid-19, yang sejauh ini masih tetap melanda, termasuk di Provinsi Bengkulu.

"Antisipasi itu dengan menyiapkan standar prokes dan memang dalam hal ini pihak sekolah memiliki Pekerjaan Rumah (PR) dan tanggungjawab yang besar," jelas Riri.

Lebih lanjut ditambahkan Senator Bengkulu ini, pada prinsipnya setuju sekolah tatap muka dimulai, apalagi di provinsi ini terutama di kabupaten masih ada sekolah yang belum didukung sarana dan prasarana untuk sekolah secara daring.

"Mudah-mudahan pihak sekolah mulai melakukan persiapan dini dan kegiatan belajar tatap muka secara langsung nanti tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid 19," demikian Riri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00