Bengkulu Sambut Positif Vaksinasi Atlet

BENGKULU, KBRN: Pemerintah telah menetapkan program vaksinasi Covid-19 mulai direalisasikan di awal tahun ini. Mereka yang diprioritaskan menjadi penerima vaksin pertama adalah tenaga kesehatan. Sementara bagi kalangan lainnya direncanakan di tahap atau periode berikutnya yang direncanakan mulai April 2021.

Sementara itu, di tahun ini sejumlah even olahraga sendiri direncakan akan digelar. Di antaranya Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau POPNAS dan Pekan Olahraga Nasional atau PON. Terkait agenda itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga telah menyusun program vaksinasi bagi atlet.

Program vaksinasi Kemenpora ini hanya diperuntukkan bagi 17 cabang olahraga saja. Di antaranya angkat besi, tenis, catur, pencak silat, senam, karate, panahan, taekwondo, renang, bulutangkis, voli, boling, selancar ombak, wushu, menembak, dayung dan judo.

Di sisi lain, Provinsi Bengkulu sendiri memastikan ada 16 cabor yang akan diikuti di PON mendatang. Di antaranya adalah angkat besi, sepak bola, voli, karate, bina raga, taekwondo, silat, renang, bulu tangkis, kempo, dan panjat tebing.

Ketua Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia Provinsi Bengkulu Irwan Alwi menyambut baik dan menilai positif rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait program vaksinasi bagi atlet, terutama yang akan mengikuti PON Papua mendatang.

Hanya saja, kata Wakil Ketua KONI Bengkulu ini, persiapan untuk menyambut program Kemenpora itu belum dilakukan. Saat ini, pengurus induk cabang olahraga tengah diminta mendata perangkat-perangkat yang bakal bersentuhan langsung dengan atlet, seperti pelatih dan manajernya.

Irwan Alwi menambahkan, sejauh pantauannya selama ini, layanan rapid tes atau swab bagi atlet baru diberikan kepada mereka yang dinaungi PPLP dan SKO. Sementara bagi atlet di luar itu, ia mengaku tidak tahu. Namun khusus bagi atlet angkat besi yang dia naungi, Irwan Alwi memastikan rapid tes dilakukan secara berkala. Atlet juga terus berlatih dengan menerapkan protokol kesehatan.

Irwan Alwi menambahkan, KONI Bengkulu sendiribelum menerima secara resmi soal rencana vaksinasi atlet yang direncanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut.  Meski demikian, Irwan Alwi mengemukakan, jika memang sudah direncanakan di pusat dan pada saatnya nanti sampai ke daerah, ia menyatakan Bengkulu harus menerima dan sudah siap.

Sementara Ketua Asprov PSSI Bengkulu Agus Salim juga mengakui belum tahu persis rencana Kemenpora itu. Namun, ia menggaris bawahi, jika memang akan dilakukan bagi atlet peserta PON melalui KONI maka pihaknya tentu sangat mendukung dan siap.

Sementara terkait kesiapan para pemain, Agus Salim mengatakan proses latihan terus berjalan. Ia mengakui layanan rapid tes bahkan swab kepada para pemain sepak bola memang belum ada. Namun ia memastikan jika ada gejala maka atlet akan diikutkan rapid tes. Apalagi, tambah Agus Salim, nantinya akan ada tim dokter yang akan memeriksa kondisi kesehatan para pemain.

Agus Salim menegaskan, layanan rapid tes bahkan swab tentu diperlukan. Ia berharap semua pemain yang nanti dipastikan berangkat ke PON terlebih dulu menjalani tes kesehatan termasuk bisa menerima vaksin agar tak terpapar Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00