Sumbang 12 Medali dan Lolos PON, Tinju Belum Terima Reward Porwil

BENGKULU, KBRN: Perhelatan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X Tahun 2019 di Bengkulu terbilang sukses. Sebagai tuan rumah, Bengkulu juga berhasil menembus posisi 3 besar dan meloloskan sejumlah atletnya ke PON Papua.

Sukses Porwil itu pun diganjar Pemprov Bengkulu dengan menjanjikan reward kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali. Cabang-cabang olahraga yang menyumbang medali itu di antaranya adalah sepak bola, renang, volly, panjat tebing, dan tinju.

Besaran reward atau bonus yang dijanjikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah itu sendiri masing-masing adalah Rp 100 juta bagi peraih emas, Rp 75 juta bagi peraih perak, dan Rp 50 juta untuk medali perunggu. Sementara bagi pelatih, besarannya adalah 70 persen dari capaian medali yang diraih atletnya.

Wakil Ketua Koni Bengkulu Irwan Alwi yang dikonfirmasi belum lama ini menyatakan anggaran KONI tahun anggaran 2020 yang mencapai Rp 20 milyar sudah dicairkan. Pencairan di tahap pertama itu diperuntukkan membayar reward bagi atlet peraih medali di Porwil lalu.

Sayangnya, belum semua atlet dan pelatih menerima reward itu. Salah satunya adalah cabang olahraga tinju yang sudah menyumbang 12 medali. Masing-masing 4 emas, 3 perak dan 5 perunggu.

Ketua Bidang Prestasi Pertina Bengkulu Barlian kepada RRI mengatakan, pihaknya sudah melapor dan mempertanyakan perihal belum diterimanya reward itu ke Bagian Keuangan Pemprov Bengkulu.

"Kata orang Keuangan, reward bagi atlet Porwil sudah dicairkan. Informasi dari gubernur juga begitu. Nah, apakah dari KONI ke cabor yang belum, kita tidak tahu kendalanya apa," ujar dia.

Menurut Barlian, persyaratan yang diminta KONI untuk dipenuhi calon penerima reward hanya rekening di Bank Bengkulu. Dan syarat itu sudah mereka peenuhi sejak lama.

"Kita dijanjikan setelah membuat rekening. Itu sudah lama selesai, kita tunggu-tunggu. Kata bendahara (KONI) minggu depan, minggu depan. Akhirnya, tahap kedua, tahap kedua," cerita Barlian.

Rupanya, keluhan serupa juga dialami cabang olahraga yang lain. Menurut Barlian, dia juga dihubungi sejumlah pengurus cabor lain yang mempertanyakan perkembangan reward bagi tinju. Karena tak kunjung ada kejelasan, sejumlah pengurus olahraga berinisiatif mengirim WA ke Gubernur Rohidin. Bahkan ada yang sampai datang. Namun karena wabah corona, tamu tidak bisa masuk menemui Gubernur.

"Tapi balasan WA gubernur, reward sudah disalurkan semua," kata Barlian.

Sementara itu, kata Barlian, berkembang informasi bakal direalisasikan di tahap kedua. Bahkan hal itu disampaikan sendiri oleh ketua umum KONI. "Ada WA-nya, masih saya simpan sampai kini," beber Barlian.

Hanya saja, lanjut Barlian, informasi yang didapat pengurus Pertina, rencana pencairan dana KONI tahap kedua kecil kemungkinan direalisasikan karena ada wacana dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"Nah, kita kan juga didesak anak-anak (atlet, red). Kemarin ada yang orang tuanya meninggal, minta bantuan, minta transpor. Sepeser pun tidak diberi," keluhnya.

Barlian menandaskan, Pertina sendiri masih akan menunggu hingga dua hari kedepan untuk melihat perkembangan. Karena itu, Pertina belum memutuskan akan melakukan apa jika reward tak kunjung dicairkan.

"Ya, kita tunggu arahan ketua umum dulu. Dan kita mau ketemu dengan Gubernur. Karena Gubernur yang menjanjikan. Kita mau tahu apakah kita yang kurang syarat? Atau memang belum waktunya. Ya, kita mau tahu dulu apa masalahnya," kata Barlian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00