Bengkulu Pimpin Klasemen Sementara 3 Cabor di PON XX Papua

BENGKULU, KBRN: Sejumlah cabang olahraga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Provinsi Papua mulai dipertandingkan. Di antaranya adalah tenis lapangan, muaythai dan panjat tebing.

Di tiga cabor ini, Bengkulu juga menurunkan atletnya. Di cabor tenis lapangan yang dipertandingkan hari ini (27/9), tim Bengkulu berhasil memenangkan pertandingan atas tim Sumatera Selatan dengan skor 3-0. 

Plt Ketua Umum KONI Bengkulu Sanulludin, Senin (27/9) siang kepada RRI menjelaskan kemenangan tim tenis lapangan itu masing-masing di pertandingan pertama partai tunggal putra atas nama Aditya Hari Sasongko (BKL) vs Dhimas Rizki Pratama (Sumsel). Pertandingan kedua partai tunggal putra atas nama Jeremy Jasson Evangelist (BKL) vs Jones Pratama (Sumsel). Dan di pertandingan ketiga partai ganda putra atas nama Wisnu/M.Rizki (BKL) vs Rafidh/Afrizal (Sumsel).

Dengan hasil itu, untuk sementara Bengkulu menjuarai grup. Kata Sanulludin, Selasa besok (28/9) pukul 09.00 WIT akan digelar penentuan lolos fase grup sebagai juara grup, dimana Bengkulu akan berhadapan tuan rumah Provinsi Papua. 

Sementara di cabor muaythai, di nomor pertandingan Wai Kru Putri, atlet Bengkulu atas nama Novita Anggi Ayuni, berhasil lolos grand final 4 besar yang akan dipertandingan kembali pada tanggal 03 Oktober 2021, sehingga peluang medali untuk perunggu sudah di tangan.

"Tetapi kita berdoa untuk nanti target emas bisa terwujud. Mohon doa dan dukungannya. Pada grand final nomor Wai kru Putri Novita Anggi perwakilan Provinsi Bengkulu akan menghadapi Papua, Bali, Sulawesi Selatan. Sedangkan kita masih ada peluang medali kembali di Muaythai sektor laga yang akan bertanding besok atas nama Mustakim akan berhadapan dengan Erfin dan Ali Rosyidi. Semoga emas bisa kita dapatkan di Muaythai," tutup Sanuludin.

Sanulludin menambahkan, satu cabor lainnya yang juga menoreh hasil positif adalah panjat tebing dimana atlet Bengkulu melaju ke nomor pertandingan lead semi final.

Tak Ada Atlet Bengkulu

Di sisi lain, Wakil Ketua Pengda Pelti Provinsi Bengkulu Rizki Ika Mahmud tak begitu antusias menyikapi partisipasi cabor tenis lapangan di PON Papua. Menurutnya, tak ada atlet Bengkulu yang menjadi peserta di PON Papua. Mereka yang berangkat ke Papua adalah atlet asal luar Bengkulu, seperti asal Jakarta dan Surabaya. Ia mengaku sempat mempertanyakan kondisi itu ke KONI.

"Alasannya kendala keuangan di KONI. Entahlah, kita nggak tahu bagaimana KONI dan atlet Bengkulu ini nanti," ujar Rizki. Padahal, kata Rizki, Pengda Pelti sebenarnya sudah mempersiapkan tim ke Pra PON Palembang. Namun dalam perjalanan, agenda itu tidak terealisasi sampai kemudian diambil alih oleh KONI. 

Rizki mengakui, cabor tenis lapangan Bengkulu pernah menyumbang medali emas. Karena itu, dapat medali di PON Papua 2021 memang menjadi target. "Kalau Pelatda-nya kita nggak tahu karena sudah diurus sama KONI. Kalau atlet daerah, persiapan sudah lama tapi nggak ada yang ikut serta," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00