Bengkulu Tak Sertakan Tim Publikasi ke PON Papua

BENGKULU, KBRN: Tak seperti pada PON sebelumnya, di PON XX Papua kali ini dalam tim Kontingen PON Bengkulu dipastikan minus atau tanpa menyertakan tim publikasi dari kalangan wartawan dalam rombongan. 

Dengan begitu, laporan langsung tentang jalannya pertandingan atlet Bengkulu dari ajang tertinggi tingkat nasional itu tampaknya akan minim. Terlebih jika atlet Bengkulu tidak bisa menembus hingga babak penentuan. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman kepada RRI, Minggu (19/9) malam mengatakan, ada tidaknya tim publikasi bukan dalam tanggung jawab Dispora tetapi KONI. 

Dikatakan Atisar, Dispora hanya diberi tugas menanggungjawabi tim medis, messages, dan pengamanan. Termasuk seragam kontingen. 

"Kalau hasil rapat terakhir yang diikuti sekretaris KONI, wartawan itu ke KONI. Kami cuma menanggung satu dokter, satu message, dan sembilan keamanan," kata Atisar. 

Atisar mengaku tak bisa masuk lebih jauh terkait perencanaan kebutuhan PON yang disusun KONI. Apalagi hibah Rp 4 milyar untuk PON ditujukan ke KONI.

Pelaksana tugas Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu Sanulludin mengatakan, awalnya tim publikasi memang dirancang sebagai bagian dalam tim kontingen. Tim publikasi, kata Sanuluddin, terdiri dari jurnalis media online dan cetak. Lalu berubah menjadi jurnalis televisi dan cetak. 

Namun, Sanuluddin mengaku tidak tahu persis mengapa kemudian tim publikasi tidak lagi diplot dalam tim kontingen. 

Sanuluddin yang sudah berkali-kali ikut ke PON mengakui bahwa di PON yang sebelumnya, tim publikasi selalu menjadi bagian dari kontingen. Jika kali ini tak ada lagi, ia menduga semata-mata karena keterbatasan anggaran. 

"Kalau dari KONI kan memang khusus untuk atlet, pelatih dan tim KONI. Di luar itu sudah kita usulkan ke kepala dinas (Dispora). Kalau dari KONI sudah tidak memungkinkan," kata Sanuluddin.

Dikatakan Sanuluddin, secara khusus memang tidak ada pos anggaran untuk tim publikasi. Biasanya, kata dia, pos tim publikasi sudah termasuk ke dalam akomodasi tim kontingen. "Tidak ada anggaran khusus untuk publikasi itu. Jadi apa yang diterima tim kontingen, ya masuk di situ untuk publikasi," tandasnya.

PWI Menyesalkan

Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marshal Abadi menyayangkan tidak dilibatkannya lagi tim publikasi dari kalangan jurnalis dalam tim kontingen Provinsi Bengkulu. Mestinya, kata Marshal, tim publikasi dilibatkan seperti pada PON terdahulu agar laporan pertandingan yang diikuti atlet Bengkulu bisa dikabarkan ke publik di Bengkulu.

"Memang kita berharap tetap ada yang memberitakan teman-teman media yang hadir di Papua. Khusus kalau nanti dapat emas atau medali. Walau tidak mungkin melaporkan secara keseluruhan atau secara khusus tentang kontingen Bengkulu," ujar Marshal.

Marshal mengatakan, PWI sendiri sebenarnya menunggu ada koordinasi dari Dispora terkait pelibatan media di Bengkulu untuk publikasi tersebut. "Kalau tidak dengan kita, kan bisa juga ke perusahaan pers lainnya. Intinya kita menyesalkan saja karena tak melibatkan jurnalis atau media," tandas Marshal.

Bonus Atlet dan Pelatih Sama

Sementara itu saat memberi arahan sebelum melepas secara simbolis kontingen PON Provinsi Bengkulu, Gubernur Rohidin menyampaikan doa dan restu masyarakat Bengkulu kepada kontingen. 

Gubernur menjelaskan Bengkulu mengirim 67 orang dan akan mengikuti 14 cabang olahraga. Selain itu Bengkulu juga sudah mengirim atlet di cabang e-sport pada 16 September lalu yang didanai oleh induk organisasi pusatnya sebagai cabang eksibisi. 

Menurut Rohidin, agar atlet bisa tampil dengan kondisi terbaiknya maka selain faktor kesehatan yang harus dijaga, ia juga menekankan pentingnya suasana yang nyaman dan kondusif di dalam kontingen. 

Untuk itu Rohidin mengingatkan tidak boleh ada sedikit pun kondisi yang bisa membuat atlet menjadi terganggu sehingga membuat tekad dan semangat bertanding serta rasa percaya dirinya melemah. 

"Karena untuk bisa meraih prestasi itu perlu tekad yang kuat, rasa percaya diri yang bagus dan tampil dengan kemampuan terbaik. Ini harus dijaga dengan kekompakan dan kebersamaan di antara atlet, official dan tim pendukung lainnya," kata Rohidin, Minggu (19/9) malam di Gedung Daerah Semarak Bengkulu.

Rohidin optimis, dari hasil pemetaan, atlet Bengkulu punya peluang besar meraih prestasi di Papua. Karena itu slogan Kita Hebat, Balik Bawa Medali, tegas Rohidin, harus betul-betul ditunjukkan. 

Dikatakan Rohidin, pemerintah juga akan memberi apresiasi berupa bonus kepada atlet dan pelatih yang mampu mendulang medali. Ia tegaskan jumlah yang akan diterima oleh atlet dan pelatih akan sama banyak.

Untuk peraih medali emas, kata Rohidin, pemerintah menyiapkan bonus masing-masing uang Rp 250 juta, perak Rp 150 juta, dan perunggu Rp 50 juta. "Kita upayakan bonusnya diserahkan sekaligus saat penyambutan prestasi atau saat mereka kembali dari Papua," kata Rohidin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00