Atlit Renang Bengkulu Terancam batal Ikut PON Papua

KBRN, Bengkulu : Atlit renang Provinsi Bengkulu atas nama Sofie, terancam batal mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Pasalnya sofie dan pelatihnya merasa selama ini tidak pernah diberi perhatian oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu.

Dengan itu Sofie menyatakan ingin mengundurkan diri sebagai atlit renang Bengkulu.

"Sofie terancam batal mengikuti PON Papua Oktober mendatang, karena secara pribadi lebih memilih untuk mengundurkan diri. Alasannya, karena tidak ada perhatian dari pemerintah dan KONI. Bahkan Sofie yang juga masuk PRSI sendiri tidak pernah diajak berdiskusi, semua yang mengambil keputusan adalah KONI," ungkap Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Provinsi, Erna Sari Dewi dalam keterangannya.

Erna berharap, dengan kondisi itu, Pemprov Bengkulu bersama KONI Provinsi agar seceptnya bisa berkomunikasi dengan Sofie dan pelatihnya, sehingga tidak sampai mengundurkan diri dan tetap bisa mewakili Bengkulu dalam ajang PON Papua mendatang.

Terlebih harapannya agar atlit renang Bengkulu, dapat menyumbangkan mendali emas bagi daerah.

"Sofie ini adalah atlit berprestasi. Bahkan salah satu atlit yang meraih mendali emas untuk Provinsi Bengkulu pada Porwil 2019 lalu, dengan meraih 3 mendali emas," kata Erna pada Selasa, (15/6/2021).

Erna mengaku, Sofie sendiri saat ini sudah dipinang oleh Papua sebagai tuan rumah PON untuk mewakili mereka. Tetapi KONI Bengkulu masih belum melepasnya.

“Jika memang KONI Bengkulu sudah tidak mau lagi, lepas saja Sofie. Biarkan anak ini berkembang, dan jangan sampai digantung namun kesejahteraannya tidak dipenuhi," terang Erna.

Lebih lanjut selaku Wakil Ketua III DPRD Provinsi, Erna juga mengingatkan Gubernur agar mengambil sikap untuk tetap mengirimkan atlit-atlit berprestasi dari Bengkulu. Pasalnya jangan sampai masalah anggaran dijadikan alasan untuk tidak memberangkatkan para atlit berprestasi, terutama yang sebelumnya memang sudah lulus seleksi.

"Soal anggaran saya rasa itu kecil lah. Asalkan ada komitmen bersama di rasa tidak akan menjadi penghalang," pungkas Erna.

Sementara hingga berita ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak KONI prihal atlit renang Provinsi Bengkulu atas nama Sofie, terancam batal mengikuti ajang PON di Papua pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00