Diberikan Kepercayaan, Hijazi Siap Benahi KONI Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Rencana majunya mantan Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi dalam bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, kian santer terdengar, tidak saja dibicarakan mulut ke mulut, tetapi juga muncul dari cabang olahraga (cabor).

Apalagi tersiar kabar, sebagian besar cabor selaku pemilik suara telah mengeluarkan rekomendasi dukungan terhadap politisi senior Golkar Bengkulu ini, pada pemilihan calon ketua umum (caketum) KONI dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan tahun ini.

Ketika dikonfirmasi, Ahmad Hijazi mengaku tidak menampik rencana tersebut. Bahkan sebagai salah satu warga Bengkulu merasa bertanggung jawab, sekaligus terpanggil untuk bersama-sama membenahi organisasi yang menaungi dunia keolahragaan di Provinsi Bengkulu ini.

Terlebih selama 3 periode kepemimpinan berturut-turut, KONI selalu bermasalah dengan hukum. Artinya, ada sistem yang salah dan mesti diperbaiki. 

“Jika memang diberikan kepercayaan untuk membenahi sistem di KONI Provinsi Bengkulu kedepan, saya siap membantu. Tapi apabila tidak, saya juga tidak masalah. Mengingat saat ini memang perlu pembenahan agar masalah yang ada di KONI, tidak lagi sampai berlarut-larut,” kata Hijazi seusai menghadiri pelantikan 4 pengurus DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) kabupaten dan kota zona 1 dalam wilayah Provinsi Bengkulu pada Jumat, (30/4/2021).

Selain itu menurut Hijazi, dalam memimpin suatu organisasi, terkhusus KONI harus mengedepankan transparansi, dengan menggelar rapat secara rutin bersama pengurus dan anggota, termasuk cabor-cabor yang dinaunginya.

Dicontohkan, persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX yang akan dilaksanakan di Papua pada tahun ini, jika tidak dilakukan rapat pembahasan persiapan secara bersama-sama, sama juga dengan berjalan sendiri-sendiri.

Belum lagi, adanya keinginan mendahulukan agenda PON, ketimbang Musda, diakui, tentu dirinya juga tidak ada kapasitas memutuskannya. Mengingat lagi-lagi, jika ia diminta akan membantu.

“Sebenarnya, ada juga yang saja sesalkan, soal jabatan Pelaksana tugas (Plt) Ketua sudah lama, tapi Mufran selaku mantan Ketua justru baru ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum. Kenapa bisa begitu, dan saya melihat itu ada sistem yang salah. Lalu juga, saya lihat jabatan Bendahara yang juga menjabat Plt Ketua, sehingga keberadaanya lebih banyak sebagai Bendahara ketimbang jabatan Plt-nya. Jadi itu juga perlu pembenahan, karena organisasi ini bukan berorientasi keuntungan, tapi adalah keolahragaan,” terangnya.

Lebih lanjut mengenai dukungan, ia menyebutkan, sampai saat ini belum mengetahui secara pasti dan juga tidak mau berandai-andai. Mengingat jika pun maju dan dicalonkan, semata-mata ingin mengabdi.

“Untuk dukungan itu, saya tidak mau memastikannya dan silakan lihat saja hari H nanti, karena saya ini jika diberikan amanah, siap saja,” tutup Hijazi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00