POPNAS 2021 Ditunda Sampai 2023

BENGKULU, KBRN: Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVI tahun 2021 yang rencananya digelar pada 25 Agustus sampai dengan 5 September 2021 dipastikan batal. Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan POPNAS ditunda hingga tahun 2023.

Keputusan Kemenpora itu didasarkan pada pertimbangan perkembangan kasus Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia sebagaimana disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui Surat Ddaran Nomor 7 tahun 2021 tanggal 9 Februari 221 perihal Perpanjangan Ketentuan perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam suratnya bernomor: RO.00.01/04.19.i/D.IV-2/IV/2021 tertanggal 19 April 2021 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Gubernur Bangka Belitung itu, Ketua Umum PP. BAPOPSI yang juga Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpra, Chandra Bhakti, menjelaskan juga pertimbangan lainnya.

Pertama, adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang akan berdampak langsung pada persiapan olahragawan yang tidak akan maksimal.

Kedua, pembatasan protokol kesehatan yang ketat selama masa pandemi akan mempengaruhi anggaran transportasi, akomodasi dan konsumsi. Sesuai dengan anjuran pemerintah transportasi dan akomodasi/hotel/ruangan hanya bisa diisi sebanyak 50 persen dari kapasitas total. Hal ini akan membuat anggaran menjadi bengkak dari yang disiapkan.

"Ketiga, pemerintah belum akan memvaksinasi kelompok masyarakat berusia di bawah 18 tahun. Kebijakan ini akan menambah rentan risiko tertular Covid-19 pada olahragawan peserta POPNAS yang maksimal berusia 18 tahun," urai Chandra.

Pertimbangan keempat adalah telah dibatalkannya ASEAN Schools Games 2021 sebagai kelanjutan linier dari POPNAS di tingkat regional ASEAN; Kelima, surat masukan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi yang sebagian besar menghendaki adanya penundaan POPNAS XVI 2021 menjadi tahun 2023.

Berdasarkan data yang masuk pada bulan Februari 2021, lanjut Chandra, POPNAS 2021 akan diikuti sebanyak 6.950 olahragawan dan pelatih. Serta ofisial dan perangkat pertandingan yang diperkirakan berjumlah 2.000 orang.

"Dengan jumlah tersebut akan membebani dan menyulitkan tuan rumah yang harus sesuai dengan protokol kesehatan yang diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di tempat umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19," kata Chandra.

Meski ditunda tahun 2023, namun tuan rumah POPNAS masih sama, yakni Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. "Keputusan penundaan menjadi 2023 diambil karena pada tahun 2022 akan diselenggarakan Pra POPNAS," tandas Chandra.

Seleksi Ulang

Menanggapi penundaan POPNAS itu, Irwan Alwi, ketua umum Angkat Besi Provinsi Bengkulu mengatakan penundaan itu akan berimbas kepada umur peserta. Ia memastikan pada tahun 2023 umur atlet yang sedianya ikut POPNAS 2021 sudah tidak memenuhi syarat.

"Artinya mesti dilakukan seleksi kembali di daerah masing-masing. Termasuk di induk cabang olahraganya. Kalau kami di cabor angkat besi tentu akan mulai melakukan pembinaan kembali. Kalau yang lain mungkin di PPLP," kata Irwan Alwi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00