Dana Hibah Rp 4 Milyar Tak Lagi Murni Kepentingan ke PON?

BENGKULU, KBRN: Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu Sanuludin memastikan anggaran bagi pelaksanaan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Tahun 2021 di Provinsi Papua sudah dalam tahap pengajuan dan tingga menunggu pencairan. Sanuludin menyatakan, penandantangan Nota Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD sendiri sudah dilaksanakan baru-baru ini.

Ia menjelaskan, besaran hibah yang disetujui mencapai Rp 4 milyar. Anggaran tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan dalam mempersiapkan diri menghadapi PON nanti, seperti Pelatda, Pelatda terpusat, termasuk untuk operasional KONI sendiri.

"Anggaran itu belum termasuk akomodasi atau transportasi. Untuk transportasi kita masih menunggu. Kita harapkan nanti ada dari Dispora. Bisa jadi diposkan setelah penyelenggaraan PON di APBD Perubahan," kata Sanul, sapaannya.

Menurut Sanul, kebutuhan dana keberangkatan sendiri masih akan digodok. Termasuk biaya akomodasi dan transportasi selama di Papua dengan jumlah kontingen yang berangkat nantinya. 

Karena itu, ia belum dapat menyebutkan berapa total kebutuhannya. "Tim yang berangkat ke Papua juga direncanakan baru kembali hari ini," ujar Sanul.

Lebih lanjut dikatakan Sanul, pemusatan latihan daerah sendiri direncanakan selama lima bulan. Terdiri dari pelatda mandiri dan pelatda terpusat atau terkonsentrasi. Hal ini mempertimbangkan pandemi Covid-19 dan ketersediaaan fasilitas latihan yang ada.

Namun sebelum resmi dimulai pada awal Mei, kata Sanul, sejumlah persiapan akan dilakukan terlebih dulu. Tak hanya soal seragam, tapi juga memastikan semua atlet sehat atau tidak terpapar Covid-19. Termasuk menjalani vaksin.

"Selama empat bulan nantinya atlet kita serahkan ke Pengprov masing-masing. Lalu satu bulan lagi atau selama sekitar 20 hari, mereka akan kita konsentrasikan di satu titik. Ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi sesama kontingen," jelas Sanul.

Sanul juga memastikan tak ada latih tanding. "Yang di Surabaya tetap TC di Surabaya. Yang di Ujung Pandang, TC di Ujung Pandang. Begitu juga dengan yang lainnya. Kita hanya akan mempertimbangkan saat keberangkatan nanti apakah sama-sama dari Bengkulu atau cukup dari tempatnya saat ini," imbuh Sanul.

Jumlah cabang olahraga yang didaftarkan ke PON Papua, kata Sanul, ada 17 cabor. Selain itu, dari Bengkulu juga bakal ikut dua dari 10 cabang olahraga lainnya sebagai peserta ekspedisi di PON, yakni e-sport dan hapkido.

Peserta cabor eksibisi, kata Sanul, akan berangkat dengan biaya sendiri. Bukan bersumber dari dana bantuan hibah. "Biaya ditanggung Pengprov-nya masing-masing. Tapi mereka tetap membawa nama Bengkulu," tukas Sanul.

Sanul menandaskan, dengan anggaran yang terbatas, pihaknya bertekad mengukir prestasi di PON kali ini. Target minimal adalah memperbaiki peringkat Bengkulu. "Paling buruk peringkat 27-lah," katanya.

Dinamika KONI

Sementara terkait berkembangnya aspirasi sejumlah Pengprov Cabor agar digelar RAT atau Musprov Luar Biasa, Sanul menyatakan, Musprov akan dilaksanakan setelah gelaran PON sebagaimana diamanahkan KONI Pusat kepadanya. Namun untuk rapat-rapat lainnya, ia pastikan tetap dilaksanakan setelah KONI menerima kucuran dananya.

"Kalau RAT, RAT yang bagaimana? Kita akan laksanakan rapat kerja daerah setelah dana KONI itu cair. Kalau Musprov, tanggung jawab saya adalah setelah pelaksanaan PON. Jadi di Desember. Silakan-silakan saja kalau ada sebagian orang yang mewacanakan Musprovlub," katanya.

Program Cabor

Tampaknya, alokasi hibah Rp 4 milyar kepada KONI itu tak lagi murni untuk persiapan PON Papua. Di luar operasional KONI dan program pemusatan latihan atau TC, anggaran itu juga kabarnya akan dipakai untuk mendukung kegiatan program cabor. 

Informasi terhimpun, setidaknya ada dua organisasi cabor yang akan menggelar kegiatan dimana anggarannya kabarnya bersumber dari hibah tersebut, yakni Inkanas (karate) yang akan menggelar kejurnas, dan bulu tangkis yang akan menggelar kejurda open.

Ketua Harian Pengda Inkanas Bengkulu Kombes Pol Dolifar Manurung mengatakan persiapan atlet yang akan ikut kejunas sendiri akan efektif dilakukan setelah hari raya Idul Fitri atau sekitar Mei 2021.

"Ya, setelah lebaran kita optimalkan. Sekarang masih dalam tahap persiapan-persiapan. Kita juga baru menandatangani NPHD, yang akan kita gunakan sebagai pendukung pelaksanaan kegiatan kegiatan terkait dengan Inkanas itu. Jadi TC efektif setelah lebaran," kata Dolifar.

Dolifar berharap atlet Inkanas Bengkulu bisa menyumbang medali sehingga bisa mengharumkan nama daerah Bengkulu di pentas nasional. "Kalau untuk pelatih, kita masih pakai dari lokal yang juga tak kalah bagus. Masih oke kok," tandasnya.

Dikonfirmasi kembali terkait informasi tersebut, Plt Ketua Umum KONI Sanuludin mengatakan anggaran untuk kegiatan karate dan bulu tangkis itu tidak dari hibah ke KONI. "Tidak (dari Rp 4 M) karena dananya belum cair. Kemungkinan dananya dititip di Dispora," kata Sanuludin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00