Anggaran Terbatas, KONI Bengkulu Pastikan Daftar 17 Cabor

BENGKULU, KBRN: Meski hanya menargetkan 4 medali emas dari cabang olahraga tertentu dan sejumlah cabor dianggap tidak berpeluang menyumbang medali, KONI Bengkulu dipastikan tetap mendaftarkan diri di 17 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 Papua yang direncakanan Oktober nanti.

Sementara atlet Bengkulu yang lolos PON umumnya adalah hanya dari hasil seleksi PORWIL Sumatera. Sementara lawan tanding nantinya adalah para atlet Pelatnas yang sudah mengukir prestasi di cabornya masing-masing di level nasional bahkan internasional.

Plt Ketua KONI Provinsi Bengkulu Sanuludin yang dikonfirmasi RRI pada Minggu siang (28/3) terkait persiapan jelang pendaftaran atlet PON yang dijadwalkan pada April mendatang mengatakan jumlah atlet Bengkulu yang akan didaftarkan mencapai 82 orang.

"Semua cabor akan kita daftarkan, ada 17 cabor. Jadi ada sekitar 82 atlet. Nah untuk official yang akan berangkat yang penting-penting sajalah. Ketua kontingen, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara itu memang berangkat," kata Sanuludin.

Sanuludin menjelaskan, pertimbangan anggaran memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah kontingen Bengkulu yang akan diberangkatkan. Ia menyebut kebutuhan dana per orang ke PON Papua itu bisa mencapai Rp 15 juta.

"Untuk satu kali jalan saja Bengkulu-Papua, kemarin kita berangkatkan dua orang, itu satu orang saja menghabiskan dana 6,7 juta. Jadi dikali dua sudah habiskan 13 juta lebih. Belum lagi transport lokal," katanya.

Dua orang yang diberangkatkan ke Papua itu adalah pengurus KONI yang akan bertugas mendaftarkan atlet ke panitia PON. Mereka akan terlebih dulu mengikuti bimbingan teknis mulai tanggal 29 Maret sampai dengan 3 April.

"Tim dari Bengkulu baru saja berangkat untuk mengikuti bintek. Rencananya bintek mulai besok (29/03) sampai tanggal 3 April," kata Sanuludin. "Lalu mendaftarkan atlet. Setelah itu ikut CdM Meeting mulai tanggal 7-8 April," tambahnya.

CdM Meeting sendiri, kata Sanuludin, untuk memastikan kesiapan dan jumlah kontingen peserta PON. Termasuk melaporkan siapa-siapa pejabat daerah yang akan ikut hadir, seperti gubernur dan lainnya. Ini akan jadi dasar bagi tuan rumah untuk menghitung kebutuhan kamar VVIP.

Sanuludin mengatakan, di Papua nanti kontingen Bengkulu akan ditempatkan secara terpisah sesuai dengan lokasi dimana cabornya dipertandingkan. Lokasi PON sendiri, kata dia, ada empat kluster. "Terbanyak memang di Jayapura. Yang lain ada di Merauke, dan kabupaten lainnya. Ada empat kluster," kata Sanuludin.

Di sisi lain, kata Sanuludin, ketersediaan penginapan sendiri memang terbatas di Papua. Karena itu pihaknya akan mengirim orang untuk mencari lokasi penginapan, baik berupa hotel maupun rumah penduduk untuk disewa selama perhelatan PON.

"Kalau di Jayapura kita mau kontrak mess BI di situ. Nah untuk yang di kabupaten yang lain bisa hotel atau rumah penduduk. Kita sewa selama acara. Karena nggak mungkin hanya di satu lokasi. Transportasi darat juga susah di sana," urai Sanuludin.

Sanuludin menandaskan, pos anggaran kebutuhan PON sendiri masih dalam proses penyusunan sebelum dilakukan penandatanganan NPHD. Baik untuk pelatda maupun untuk keberangkatan nantinya. "Kita masih matangkan. Kalau sudah siap baru kita menghadap gubernur. Kita tidak mau bolak-balik. Kalau sekedar SK, saya sudah ketemu beliau," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan bahwa Bengkulu hanya akan mengirim atlet yang berpotensi menyumbang medali saja karena mempertimbangkan anggaran yang dibutuhkan cukup banyak.

"Kita sudah identifikasi cabang-cabang yang memang potensial dapat medali. Jadi kita pastikan betul level bagaimana prestasi kita yang memungkinkan dapat emas," ujarnya.

Gubernur menyebut beberapa cabang olahraga yang berpotensi meraih medali itu di antaranya adalah angkat besi, binaraga, gulat dan renang. Gubernur menegaskan, Bengkulu tidak lagi berpikiran soal banyaknya atlet yang akan dikirim, melainkan fokus ke potensi medali yang bisa diraih.

Ancam Mundur

Terpisah, Presiden Binaraga Asia yang juga Ketua Umum Angkat Besi Provinsi Bengkulu Irwan Alwi mengatakan, persiapaan atlet saat ini masih mengandalkan anggaran mandiri. Mereka belum menerima kucuran dana dari pemerintah melalui KONI.

Menurut dia, jika sampai April nanti anggaran bagi persiapan atlet tak ada kepastian, maka atlet angkat besi dan binaraga akan mundur dari keikutsertaannya di PON Papua.

"Kalau mau emas harus keluar anggaran lah. Kalau sekarang, atlet masih mengandalkan dukungan Pelatnas. Kalau latihan terus. Di Lampung, satu medali emas, pembiayaannya 500 juta. Di Jawa Timur, dianggarkan 800 juta. Kita sampai kini masih menghitung NPHD," keluh Irwan.

Irwan menegaskan, angkat besi dan bina raga ditarget medali emas jika pembinaan dan pendanaannya mencukupi. Tapi sampai saat ini, kata Irwan, anggaran yang dibutuhkan itu belum kunjung dipenuhi.

"Kalau kebutuhan untuk suplemen, nutrisi dan lainnya minimal 200 ribu per hari. Belum untuk sewa tempat latihan. Kalau sampai tanggal 10 April nanti tidak ada anggaran, mereka mundur dari PON. Itu saja," kata Irwan Alwi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00