Porwanas Ditunda, SIWO Bengkulu Tetap Gelar Program Rutin

BENGKULU, KBRN: Pekan Olahraga Wartawan Nasional atau Porwanas kembali ditunda hingga tahun depan. Tahun lalu, keputusan penundaan sudah ditetapkan sampai dengan tahun ini dengan tuan rumah Jawa Timur. Penundaan itu sendiri ditetapkan dalam rapat kerja nasional di Jakarta baru-baru ini. Alasan mendasar penundaan kali ini juga demi keselamatan para atlet karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Apalagi kasus Covid-19 di Jawa Timur masih tinggi.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Provinsi Bengkulu Usmin kepada RRI menjelaskan usulan penundaan itu sendiri memang diminta oleh tuan rumah Jawa Timur lalu disetujui dalam Rakernas SIWO PWI yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 24-25 Maret 2021.

"Tapi Jawa Timur masih ngotot sebagai tuan rumah karena mereka sudah mengeluarkan biaya untuk mempersiapkan even ini. Tapi karena situasi dan kasus Covid-19 belum melandai maka Porwanas ditunda sampai tahun 2022," kata Usmin.

Kontingen Bengkulu sendiri, lanjut Usmin, sudah siap mengikuti Porwanas jika digelar tahun ini karena sudah mempersiapkan diri jauh hari. Apalagi di tahun ini sudah diplot anggaran untuk berpartisipasi sebesar Rp 200 juta di APBD Provinsi Bengkulu.. "Makanya nanti kami akan koordinasikan bagaimana teknisnya, apakah anggaran yang sudah diplot itu bisa disimpan dulu atau bagaiamana seharrusnya. Ini akan kita koordinasikan ke Dinas Kominfo sebagai mitra," jelasnya.

Usmin mengatakan, Bengkulu sendiri berencana mengirim atlet untuk bertanding di tujuh cabaang olahraga. Yaitu catur, bridge, bulu tangkis, futsal, sepak bola dan tenis meja. "Meski ditunda, kami akan tetap minta atlet untuk tetap semangat dan terus berlatih. Siapa tahun kasus Covid melandai dan jadwal beruhan tiba-tiba," katanya.

Atlet Kecewa

Terkait penundaan itu, Koordinator Cabor Futsal dan Sepakbola, Iwan, mengaku kecewa. Apalagi penundaan ini sudah yang kali kedua. Iwan menyatakan, persiapan yang mereka lakukan juga sudah optimal. Latihan juga secara rutin dilakukan. "Kecewa juga sih. Karena kan ini kan sudah diundur beberapa kali. Sejak 2018. 2019 harusnya berangkat tapi mundur lagi tahun 2020 di Papua. Terakhir ada rencana digelar bersamaan dengan HPN. Tahu-tahu batal lagi tahun ini," ujar Iwan.

Dengan keputusan itu, kata Iwan, mereka tetap akan berlatih dan akan berkoordinasi dengan SIWO PWI. Iwan berharap ada informasi kepastian dari SIWO PWI Pusat dan minta bisa digelar di awal 2022 jika tak memungkinkan di akhir tahun ini. "Kalau latihan kita terus meski dana mandiri. Biasanya sekali seminggu kita rutin. Tapi dengan informasi penundaan ini, latihannya agak kurang. Kawan-kawan akan kendor dan kurang bersemangat," jelas Iwan.

.

Agar kembali semangat, Iwan mengusulkan agar SIWO PWI bikin even khusus meskipun hanya di tingkat daerah. "Apakah kompetisi olahraga wartawan antar kabupaten," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00