Desa Sindang Jaya Rejang Lebong Wajibkan Calon Pengantin Menanam Pohon Aren

KBRN, Bengkulu: Desa Sindang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu desa di Rejang Lebong yang secara khusus mengembangkan tanaman aren, dengan bibit sumbangan setiap kepala keluarga dan  sumbangan calon pengantin di daerah itu.

Kepala Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Kelingi, Andri Jendro Sujarno kepada RRI Selasa Pagi mengatakan pohon aren awalnya merupakan tanaman liar yang penyebarannya dibantu oleh musang. Namun sejak sepuluh tahun terakhir, pohon aren semakin sedikit. Hal itulah yang menginisiasi dirinya untuk membuat perdes tentang pohon aren.

“kalau dibiarkan lama lama pohon aren di Sindnag jaya bisa habis dank has utama desa sebagai penghasil gula aren akan hilang” tutur jendro kepada RRI Rabu pagi (3/3/2021).

Setiap KK dan  calon pengantin ataupun penduduk pendatang dalam program pelestarian tanaman aren tersebut sudah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes) nomor 13 tahun 2019. Setiap KK dan calon pengantin minimal memberikan sepuluh batang bibit aren yang siap tanam.

Jendro mengatakan peraturan desa tersebut sebagai upaya pelestarian dan perlindungan tananam aren di desa yang berada di lereng Gunung Api Bukit Kaba itu, terlebih lagi tanaman aren merupakan salah satu komuditas unggulan Kabupaten Rejang Lebong selain kopi. Selain itu juga merupakan upaya pelestarian alam hutan dan reboisasi. Program penanaman aren ini juga menjadi penopang ekonomi harian masyarakat yang memanfaatkan air niranya untuk dijadikan gula merah.

Diketahui total areal perkebunan aren warga di Rejang Lebong mencapai 1.083,4 hektare, sebagian besar sudah berproduksi dengan total mencapai 511 ton per tahun, atau rata-rata produksi 800 kg gula aren atau gula batok per hektare.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00