Pemerintah Diminta Sikapi Laju Alih Fungsi Lahan Pertanian Hingga Konflik Agraria

Hj. Riri Damayanti John Latief

KBRN, Bengkulu : Perjuangan kaum petani untuk terbebas dari kemiskinan dan penderitaan, dewasa ini belum selesai.

Bahkan di nilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kaum tani.

Hal itu disampaikan oleh Senator Muda Indonesia asal Provinsi Bengkulu Hj Riri Damayanti John Latief, di tengah peringatan Hari Tani Nasional 2020 yang jatuh pada hari ini, Kamis (24/9/2020).

"Aspirasi-aspirasi dari Bengkulu telah saya inventaris untuk diteruskan kepada kementerian terkait, jauh sebelum momen Hari Tani Nasional 2020 ini. Mudah-mudahan aspirasi tersebut menjadi catatan khusus bagi kementerian terkait untuk ditindaklanjuti," kata Riri Damayanti.

Dari sejumlah aspirasi terkait tuntutan petani, Anggota Komite II DPD RI ini melanjutkan, meminta agar Pemerintah RI dapat menghentikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di seluruh daerah.

Termasuk di dalamnya, permintaan agar di tengah konflik yang pernah, dan akan terjadi petani tak lagi dikriminalisasi.

“Selesaikan semua konflik agraria yang ada dengan bijak dan berpihak kepada petani," ungkap Riri.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini mendukung setiap langkah eksekutif dan legislatif se-Provinsi Bengkulu yang mendorong lahirnya peraturan daerah tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

"Ketika langkah ini baik untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan petani di daerah masing-masing, maka disegerakan untuk pengesahannya. DPD siap mengawal ini," ucap Riri.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur menambahkan, pandemi Covid-19 membuat ancaman krisis pangan global semakin nyata sehingga tantangan yang akan dihadapi ke depan kian membesar.

"Warga desa yang mencari kehidupan di kota telah banyak yang kehilangan pekerjaan atau di-PHK. Ketika mereka kembali ke desa untuk menjadi petani sementara kehidupan petani sendiri sebagai produsen pangan juga tidak menjanjikan, maka ini bisa mengancam eksistensi banyak orang," pesan Riri Damayanti.

Selain itu Senator Bengkulu ini berharap, permintaan petani agar mendapat dukungan dan fasilitasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk membangun antusiasme petani terhadap pertanian ramah lingkungan di akomodir.

"Ini juga penting agar petani makin terampil dan mandiri serta menularkan ilmu dan semangatnya ke petani-petani lainnya," demikian Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini.

Sementara untuk diketahui, Hari Tani Nasional ditetapkan sebagai hari besar nasional sebagai bentuk peringatan dalam mengenang sejarah perjuangan kaum petani. Pada tanggal 24 September diambil dari tanggal dikeluarkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada tahun 1960.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00