Lindungi Varietas Kedelai, DPD RI : Indonesia Tak Perlu Impor Lagi

Senator Hj Riri Damayanti

KBRN, Bengkulu : Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) terus melakukan tugas konstitusionalnya, untuk mengawasi berbagai produk Undang-Undang agar dapat memberikan kesejahteraan dan kemajuan bagi daerah-daerah di Indonesia.

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengaku, melirik sejumlah persoalan yang terdapat di Bengkulu yang perlu mendapatkan perhatian dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000, tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Apalagi belum lama ini, pihak perguruan tinggi telah meluncurkan dua Varietas Unggul Kedelai hasil rakitan dosen Fakultas Pertanian, dan mendapat pengakuan dari pemerintah, yang ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Pelepasan Varietas Unggul dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

"Prestasi ini perlu didorong maju dengan memberikan semangat dan bantuan kepada petani setempat dan di daerah-daerah lainnya, untuk bertanam kedelai serta meningkatkan produksi secara pesat. Jadi ke depan Indonesia tidak perlu impor kedelai lagi," kata Riri Damayanti kepada media, Jumat (28/8/2020).

Riri memaparkan, selain kedelai, masih ada banyak varietas unggul lainnya di Bengkulu yang patut mendapatkan perhatian, bukan hanya pemerintah daerah, namun juga pemerintah di pusat.

Misalnya, jeruk Rimau Gerga Lebong. Mengingat saking unggulnya, sampai permintaannya membludak, tetapi produksinya terbatas, sehingga perlu ada intervensi pemerintah.

“Harapan saya supportnya bukan cuma dari APBD, tapi juga APBN," ungkap Riri.

Lebih lanjut Senator Bengkulu ini juga berharap, agar Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Pertanian di revisi.

Mengingat dengan biaya permohonan sertifikat mencapai Rp. 20 juta itu terlalu memberatkan peneliti dan petani. Belum lagi wajib iuran tahunan sampai Rp 1,5 juta.

“DPD minta ini diringankan agar pengembangan industri benih dalam negeri bisa bergeliat," sampai Riri.

Selain itu alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini berharap pemerintah semakin giat mendorong agar perguruan tinggi negeri untuk terus melahirkan varietas-varietas unggul sehingga produktivitas pertanian dapat ditingkatkan.

"Harapannya seiring dengan peningkatan kualitas dan kuantitas ekspor varietas di pasaran global. Nilai jualnya tinggi, hasilnya melimpah, dan kualitas barangnya bagus," demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, Bumi Rafflesia memiliki banyak varietas lokal yang unggul dan telah beradabtasi hampir di seluruh kabupaten/kota.

Diantaranya, sumber daya genetik kelapa unggul di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan nama lokal kelapa Manna.

Bahkan akhir tahun lalu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu membudidayakan padi varietas lokal di sejumlah daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman

Diantaranya, adalah padi arel dari Kabupaten Rejang Lebong, delimo dan rampit putih dari Kabupaten Seluma, serta padi ratusamban wangi dari Kabupaten Bengkulu Utara. Apalagi seluruhnya telah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pertanian RI.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00