Jaga Ketahanan Pangan, 20 Ribu Hektar Lahan Petani Dapat Bantuan Benih

KBRN, Bengkulu : Untuk menjaga ketahanan pangan selama pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyalurkan benih tanaman padi dan jagung untuk 20 ribu hektare lahan milik petani yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan, pada musim panen kedua tahun ini, bantuan benih tersebut baru disalurkan ke dua kabupaten, yakni Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan untuk tujuh kabupaten dan satu kota lainnya, akan segera menyusul.

“Bantuan benih jagung dan padi ini, diberikan kepada petani melalui kelompok tani yang mengajukan permohonan bantuan,” ujarnya pada Minggu, (2/8/2020).

Selain itu, Ricky memastikan ketersediaan bahan pangan yang ada saat ini, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota, selama pandemi Covid-19. Apalagi produksi padi petani di Bengkulu tidak mengalami penurunan, meski di tengah pandemi Covid-19, dengan rata-rata produksi tercatat stabil pada angka empat ton per hectare. Hanya saja hal itu tergantung kondisi lahan, dan kondisi aliran irigasi di masing-masing daerah. "Alhamdulillah hingga saat ini ketersediaan pangan kita cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota selama masa pandemi Covid-19 ini," paparnya.

Lebih lanjut Ricky juga menyebut, meski produksi tidak menurun, namun telah terjadi pengurangan lahan persawahan seluas 40 persen dari total luas lahan 90 ribu hektare.

Hal itu terjadi karena alih fungsi area persawahan menjadi kawasan pemukiman, perkebunan dan jalan, namun yang paling banyak ditemukan yakni untuk perumahan dan perkebunan.

“Persentase penurunan lahan pertanian terjadi di seluruh kabupaten di Bengkulu, namun khusus di Kota Bengkulu alih fungsi lahan paling banyak adalah untuk kawasan pemukiman,” sebutnya.

Sebelumnya, ia mengakui, Pemprov telah menganggarkan dana untuk program cetak sawah baru seluas 400 hektare di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara. Namun, program tersebut dibatalkan karena anggarannya dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan tahun depan program tersebut berlanjut kembali,” tutup Ricky.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00