Sejumlah Pekerjaan Rumah, Kota Bengkulu Sebagai Kota Layak Anak

KBRN, Bengkulu: Kota Bengkulu hingga saat ini masih memegang predikat sebagai kota layak anak, pada tahun 2021 silam kota layak anak disampaikan langsung oleh kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pemerhati anak Joti Mahulfa mengatakan jika mau diakui secara jujur belum ada kota yang benar benar layak terhadap anak, sebuah kota unggul di sejumlah syarat sebagai kota layak anak namun juga sangat lemah terhadap syarat lainnya.

Di Bengkulu sendiri ekploitasi terhadap anak masih menjadi pemandangan lumrah masyarakat, di pinggir jalan anak anak usia batita hingga 17 tahun banyak dimanfaatkan untuk mengemis.

"kalo mau jujur yah belum ada, apalagi kota Bengkulu. Walaupun terus alami kemajuan, tapi cenderung lambat" ungkap Joti.

Hak lain adalah akses bebas rokok yang belum sama sekali bernilai baik. Menjadi pemandangan umum anak anak merokok bahkan masih berpakaian seragam sekolah.Ditambah lagi kasus kekerasan seksual terhadap anak masih sering terjadi. Tahun 2021 tercatat 87 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di kota Bengkulu.

Selain itu infrastruktur untuk anak yang tidak memadai. Ia mengakui Bengkulu kini memiliki banyak ruang terbuka hijau yang juga disertai permainan anak, namun kondisinya justru membahayakan anak. Mulai dari Kerusakan fasilitas hingga tingkat keamanan.

Berikut sejumlah indikator Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) meliputi:

1. Perda KLA

2. Terlembagakanya KLA

3. Keterlibatan masyarakat, Dunia Usaha dan Media

4. Persentase Akta Kelahiran

5. Informasi Layak Anak

6. Partsisipasi Anak

7. Perkawinan Anak

8. Lembaga Konsultasi Orang Tua/Keluarga

9. Lembaga Pengasuhan Alternatif

10. PAUD-HI

11. Infrastruktur Ramah Anak

12. Persalinan di Faskes

13. Prevelensi Gizi

15. Faskes dengan Pelayanan Ramah Anak

16.Air Minum dan Sanitasi

17. Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok

18. Wajib Belajar 12 Tahun

19. Korban Kekerasan dan Eksploitasi

20. Korban Pornografi dan situasi Darurat

21. Penyandang Disabilitas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar