Dua Hektare Lahan RSUD Mukomuko "Dikuasai" Warga

Rapat koordinasi penyelesaian sengketa lahan RSUD Mukomuko

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko memediasi penyelesaian sengketa lahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko yang diduga diklaim warga setempat.

Penyelesaian ini digelar di Aula RSUD Mukomuko, Senin (27/6/2022) dipimpin oleh Wakil Bupati Mukomuko Wasri bersama Anggota DPRD Mukomuko, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wakil Bupati Mukomuko, Wasri mengatakan bahwa terkait masalah tanah di RSUD Mukomuko yang diklaim oleh warga ini akan diselesaikan secepatnya melalui proses dan aturan yang ada agar tidak berkepanjangan.

“Nantinya permasalahan tanah di RSUD Mukomuko akan segera diselesaikan melalui OPD yang membidanginya. Melalui proses-proses dan tahapan sesuai aturan yang ada,” ucapnya. 

Dari hasil rakor ini, Bidang Aset BKD Mukomuko akan menyelesaikan permasalahan tanah RSUD ini. 

"Dan kami dari RSUD Mukomuko siap memfasilitasi terkait penyelesaian tanah ini," sampai Wasri.

Disampaikan Dirut RSUD Mukomuko, Syafriadi, kurang lebih 2 hektar dari 15 hektare lahan milik RSUD yang telah diklaim oleh salah satu warga. 

“Yang diklaim warga ini di belakang gedung workshop sampai di depan rumah dinas dokter kurang lebih 2-3 hektar. Makanya kami minta penyelesaian masalah tanah ini segera dilakukan,” kata Dirut.

Dikatakan Dirut, bahwa saat ini pihaknya telah memasang baliho di lahan yang saat ini diklaim warga agar masyarakat tidak mengelola dan melakukan aktifitas di lahan tersebut karena lahan tersebut milik RSUD Mukomuko. 

"Kami imbau agar masyarakat tidak mengelola dan melakukan aktifitas di lahan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan keputusan Bupati Mukomuko Nomor 329 tahun 2007 tanggal 06 Desember 2007 tentang penetapan lokasi pembangunan RSUD Mukomuko dan peta ploting area dari BPN serta sudah teregistrasi menjadi aset Pemda Mukomuko dengan nomor 1.3.1.01.001.004.003./000002, lahan tersebut diperuntukan untuk pembangunan RSUD Mukomuko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar