Forum Perempuan Galang Dukungan Pengesahan RUU Perlindungan Pekerjaan Rumah Tangga

Panggung ekspresi dorong pengesahan RUU PPRT

KBRN, Bengkulu : Forum Perempuan yang terdiri dari Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) bersama Komnas Perempuan menggalang dukungan multi pihak dalam acara panggung ekspresi merekatkan dukungan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerjaan Rumah Tangga (RUU PPRT).

Direktur Yayasan PUPA Susi Handayani mengatakan, tujuan dari agenda tersebut adalah untuk memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional pada tanggal 16 Juni lalu.

“Kita bersama komnas perempuan mendorong semua pihak untuk mengesahkan rancangan undang-undang perlindungan pekerjaan rumah tangga,” kata Susi, Rabu (22/6/2022).

Susi menegaskan, RUU tersebut agar dapat disahkan, karena RUU PPRT ini sudah ditunggu selama 18 tahun dan sempat mengalami penundaan.

Pertemuan melalui zoom meeting itu menghasilkan komitmen dari beberapa narasumber seperti Dewan Jaminan Sosial Nasional Mickael Bobby Hoelman yang akan mendorong lahirnya PPRT untuk menguatkan dukungan akses perlindungan bagi para PRT, melalui program Perlindungan Sosial seperti BPJS Kesehatan dan lain-lain.

Lalu juga ada Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring selaku Ketua Bappemperda yang berkomitmen mendorong pembentukan produk hukum daerah.

Usin menilai pemerintah daerah harus bisa membuat kebijakan yang lebih progresif atas perempuan, dari pada harus menunggu pembentukan undang-undang. 

"Peraturan daerah inilah yang harusnya bisa mendorong kebijakan di tingkat lokal. Ini harus melalui sinergi antara pemerintah daerah, forum perempuan, dan DPRD sendiri,” katanya.

Sementara itu Ketua Komnas Perempaun RI, Andy Yentriyani sependapat bahwa RUU PPRT sangatlah dibutuhkan, mengingat setiap harinya ada satu perempuan yang bekerja menerima kekerasan dari atasannya.

Menurutnya kekerasan yang didapat oleh PRT tidak hanya kekerasan secara fisik, namun juga batin, ekonomi bahkan seksual. Seperti, hilangnya pekerjaan tanpa pemberian pesangon.

“Adanya undang-undang perlindungan PRT, justru akan sangat memperkuat kehadiran negara melalui jaminan sosial,” tuturnya.

Panggung ekspresi ini pun ditutup dengan persembahan pembacaan puisi, persembahan lagu serta beberapa cuplikan video yang menggambarkan rutinitas dari pekerja rumah tangga. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar