IPKEMINDO Bengkulu Periode 2022-2025 Dikukuhkan

Penandatanganan SK

KBRN, Bengkulu : Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Wilayah Bengkulu periode tahun 2022-2025 dikukuhkan, di Aula Sukarno Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu, Selasa (24/5/2022).

Pengukuhan dihadiri oleh Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPKEMINDO Tarsono, Kepala Kanwil Kemenkumham Erfan, Kadiv Pemasyarakatan Rudi F Sianturi, Kadiv Administrasi Johan Manurung, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Utama Nugroho, serta Kepala UPT Pemasyarakatan dan PK Bapas se-provinsi Bengkulu.

Pengukuhan berdasarkan Surat Keputusan IPKEMINDO nomor KEP.IPKEMINDO.DPP-07 tahun 2022 tentang Susunan Pengurus Wilayah Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia Bengkulu periode 2022-2025.

Adapun pengurus yang dikukuhkan yakni Ketua IPKEMINDO Bengkulu Misdarti, Sekretaris Imran Hasyim, dan Bendahara Yani Sumaryatiningrum.

Dalam kesempatan itu, Tarsono menekankan agar PK mampu memberikan dukungan pada jajaran pemasyarakatan dalam menjalan tugas dan fungsinya.

IPKEMINDO yang berdiri atas SK Menpan RB Nomor 22 tahun 2016 tentang jabatan fungsional pembimbing pemasyarakatan, membuat kehadirannya dikuatkan untuk benar-benar meningkatkan kemampuan kapasitas sesuai ketentuan AD/ART.

Tarsono menyampaikan tiga program utama untuk menjadi acuan bagaimana turut serta mencapai program yang sudah diamanatkan DPP Pusat. Ketiga program tersebut yakni;

Menyusun membentuk kode etik berlaku kode prilaku PK. Lalu peningkatan kapasitas dan kapabilitas PK sesuai amanat undang-undang sesuai tugas dan fungsinya. Serta meningkatkan kesejahteraan para anggota, para PK dan APK, oleh karena tiga program ini dilanjutkan ke program DPW dengan DPP.

"IPKEMINDO sebagai wadah menjembatani antara kepentingan anggota dan seluruh organisasi pemasyarakatan, jadi harus hadir memberi dukungan kepada pemasyarakatan dalam menjalankan fungsinya," kata Tarsono.

Selebihnya, Tarsono meminta PK agar melakukan pendampingan, pengawasan, pembimbing, penyusunan penelitian pemasyarakatan, dan mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). 

Kakanwil Efran menambahkan, agar para PK bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa menjadi agen perubahan di satuan kerja masing-masing dengan dukungan dari organisasi profesi ini.

"Di Bengkulu terdapat 58 PK yang harus mampu mengawal dan mendukung pelayanan pemasyarakatan dan menjadi kebanggaan bagi organisasi" singkat Erfan.

Selanjutnya, acara pengukuhan dilanjutkan dengan lokakarya sosialisasi dan internalisasi kode etik PK dan APK Bapas Kelas II Bengkulu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar