Target Belum Tercapai, Vaksin Booster Dimulai di Kota Bengkulu

BENGKULU, KBRN: Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan pada 12 Januari 2022 telah resmi meluncurkan pelaksanaan vaksinasi lanjutan atau booster yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. 

Mereka yang bisa divaksin adalah warga yang sudah menerima dosis lengkap, yakni vaksin dosis 1 dan 2. Booster diberikan kepada mereka yang sudah vaksin dosis 2 minimal enam bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni kepada RRI menjelaskan, vaksin booster di Bengkulu dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster). 

Berdasarkan surat tersebut, kata Herwan, peserta vaksin booster adalah mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok lanjuta usia dan penderita imunokompromais.

Herwan mengatakan, vaksin booster di Bengkulu baru bisa dilaksanakan di sembilan kabupaten saja karena capaian vaksin lansianya sudah minimal 60 persen. Sementara di Kota Bengkulu belum bisa dilaksanakan karena target vaksin lansianya belum mencapai 60 persen.

"Jadi syarat booster itu, vaksin dosis 1 sudah tercapai 70 persen dan vaksin bagi lansia tercapai 60 persen. Untuk sembilan kabupaten targetnya sudah tercapai. Tapi untuk Kota Bengkulu target lansianya belum 60 persen," kata Herwan di sela-sela menghadiri vaksinasi Covid-19 bagi anak dan lansia di Mapolda Bengkulu baru-baru ini.

Adapun capaian vaksinasi dosis 1 Provinsi Bengkulu hingga 13 Januari 2020 adalah 79,80 persen. Sementara capaian vaksin 2 baru 51,06 persen. Bengkulu termasuk dalam lima provinsi di Pulau Sumatera dengan capaian tertinggi setelah Jambi, Sumatera Selatan, Lampung dan Sumatera Utara.

Terkait jenis vaksin booster, Herwan mengatakan sama dengan vaksin yang sudah diberikan di dosis satu dan dua. Seperti Sinovac dan Astra Zeneca.

Menurut BPOM, jenis vaksin Covid-19 booster yang disetujui untuk vaksin primer Sinovac (CoronaVAc dan Vaksin Covid-19 Bio Farma) adalah Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Sementara jika vaksin primer-nya Pfizer, maka vaksin boosternya adalah Pfizer, AstraZaneca (heterolog), Moderna dan AstraZeneca (homolog). Jika vaksin primernya AstraZeneca, maka vaksin boosternya adalah Pfizer (dosis setengah/heterolog) dan Moderna (dosis setengah/homolog).

Jika vaksin primer Moderna, maka vaksin booster-nya adalah Moderna (dosis setengah/homolog). Bila divaksin primer dengan Janssen, maka boosternya adalah Moderna dosis setengah/heterolog. Dan jika vaksin primernya Sinopharm maka boosternya adalah Zifivax dosis penuh/heterolog.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Agung Wicaksono kepada RRI mengatakan, pelaksanaan vaksin lanjutan atau booster bagi anggota Polri tergantung dari Dinas Kesehatan. Meski sudah resmi dilaunching pada 12 Januari 2022 lalu, Agung menyebut saat ini pelaksanaan vaksin booster masih dalam proses.

"Untuk Polri, kita ikuti aturan. Kalau dinas kesehatan acc, kita laksanakan. Jadi kita juga menunggu," tandasnya.

Foto: Herwan Antoni

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar