Siaran TV Analog di Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah Akan Dimatikan Per Tanggal 1 Mei 2022

KBRN, Bengkulu: Siaran televisi digital sudah di depan mata kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah menjadi wilayah pertama yang akan melaksanakan migrasi digital serentak dengan beberapa wilayah di Indonesia 30 April 2022 siaran televisi yang selama ini bisa disaksikan oleh masyarakat dengan TV yang sudah ada di rumah dan antena UHF biasa yang biasa dipasang pada sebatang bambu ataupun di atap-atap rumah warga kini tidak bisa lagi menangkap siaran bila masyarakat tidak beralih pada siaran digital. Lalu seperti apa sebenarnya siaran digital kepala PLT kepala dinas kominfo Provinsi Bengkulu Sri Hartika mengatakan siaran digital adalah salah satu bentuk upaya menciptakan siaran yang lebih baik berkualitas dan juga jernih serta berteknologi canggih masyarakat yang selama ini telah memiliki televisi biasa dan antena UHF harus beralih ke siaran digital dengan memiliki STB atau set top box yang akan dibagikan oleh pemerintah dalam waktu dekat, namun siapa yang dapatkan pembagian STB tersebut adalah masyarakat yang dinilai kurang mampu sementara masyarakat ekonomi menengah ke atas harus membeli sendiri di pasaran ataupun di marketplace online."ini merupakan upaya untuk memberikan siaran yang lebih baik, frekwensi analog nantinya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jaringan seluler, tidaknya jaringan  3G atau 4G namun 5G" ungkap Sri (14/1/2022)

Diungkapkan Sri hartika Indonesia sebenarnya telah lama merancang migrasi siaran TV digital bahkan sejak tahun 2016 namun eksekusi migrasi tersebut baru akan dilaksanakan pada tahun ini nantinya seluruh siaran di Indonesia harus bersistem digital sementara media penyiaran yang saat ini masih melayani masyarakat dalam sistem analog juga harus beralih dalam pelayanan digital.

Sementara itu wakil ketua kpid Provinsi Bengkulu Diah Noor Intan mengatakan media penyiaran televisi yang tidak beralih ke siaran digital maka tidak bisa melakukan siaran sama sekali sehingga semua media penyiaran juga harus beralih pada sistem digital."media penyiaran yang tidak beralih ya tidak bisa produksi siarannya ditonton orang, jadi media siaran di Bengkulu yang belum berpindah ke kanal digital, ayo segera pindah" Ungkap Dyah.

Perihal alat penangkap siaran digital yaitu set top box Dyah mengatakan akan disediakan oleh para penyelenggara siaran atau mux yang ada di daerah masing masing, seperti Bengkulu sendiri terdapat tiga penyelenggara siaran digital utama yaitu grup RCTI, grup Indosiar dan grup TVRI nantinya ketiga lembaga penyiaran tersebut akan membagikan STB secara gratis kepada masyarakat termasuk pembagian STB dari kominfo namun pembagian tersebut akan diatur agar pembagian STB tepat mengenai sasaran

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar