Kerja Nyata Dewi Coryati, Bangun Bidang Pertanian di Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Anggota DPR RI dari Fraksi PAN mewakili Provinsi Bengkulu dari tahun 2009 sampai 2021 atau selama 12 tahun, telah memberikan kerja nyata untuk membangun Provinsi Bengkulu di bidang pertanian.

Dewi Coryati bekerjasama dengan Kementrian Pertanian (Kementan) RI memberikan bantuan modal kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di Provinsi Bengkulu, untuk pengembangan usaha agribisnis perdesaan.

“Total bantuan tersalurkan sebesar Rp. 120 milyar untuk 120 Kelompok Tani (Poktan), dengan rincian tahun 2013 sebanyak 75 gapoktan, tahun 2014 sebanyak 35 gapoktan dan tahun 2015 sebanyak 13 gapoktan,” ujar Dewi dalam rilisnya pada Minggu, (26/9/2021).

Menurut Dewi, melalui perjuangannya menyakinkan Kementan RI juga memberikan bantuna alat pertanian berupa traktor roda dua dan pompa air kepada Gapoktan yang tersebar di Provinsi Bengkulu.

“Bantuan alat pertanian tersebut berupa, traktor roda 2 sebanyak 297 Gapoktan dengan rincian pada tahun 2013 sebanyak 74 Gapoktan, tahun 2014 sebanyak 86 Gapoktan, dan tahun 2015 sebanyak 137 Gapoktan. Sedangkan pompa air kepada 132 Gapoktan, dengan rincian, tahun 2013 sebanyak 17 Gapoktan, tahun 2014 sebanyak 45 Gapoktan dan tahun 2015 sebanyak 70 Gapoktan,” ujarnya.

Lanjut Dewi, bantuan alat pertanian lainnya yang telah diperjuangkan dan diberikan dari tahun 2009 sampai 2015 kepada Gapoktan di Bengkulu, yakni, Traktor roda 4 kepada 4 Gapoktan, Rice Transpater untuk 3 Gapoktan, Corn Sheller kepada 23 Gapoktan. Lalu, Mini Combine Harvester kepada 32 Gapoktan, Chopper untuk 3 Gapoktan, Cultivator kepada 2 Gapoktan, dan Power Tresher untuk 9 Gapoktan.

Selanjutnya juga bantuan pengembangan unit pengolah pupuk organik, dengan total yang tersalurkan sebesar Rp. 2,4 milyar, dengan penerima sebanyak 12 kelompok tani, dengan rincian tahun 2013 sebanyak 4 Gapoktan, dan tahun 2014 sebanyak 8 Gapoktan.

“Ada juga bantuan irigasi dari tahun 2009 sampai 2015, dengan total bantuan tersalurkan sebesar Rp. 19,08 milyar, dana perdesa Rp. 180 juta untuk 106 desa,” terangnya.

Lebih lanjut ditambahkan, dalam percepatan penganekarahaman konsumsi pangan (P2KP) untuk kelompok wanita tani (KWT), yang diperjuangkan menerima bantuan dari tahun 2009 sampai 2015 sebesar Rp.900 juta untuk 18 kelompok wanita tani. Termasuk juga bantuan lembaga mandiri mengakar di masyarakat (LM3), yang diberikan kepada 2 lembaga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00