Rumah Sakit Swasta Sebagai Alternatif Layanan Kesehatan dan Dorongan Peningkatan Kualitas RSUD

KBRN, Bengkulu: Akses fasilitas kesehatan hingga kini tak dipungkiri masih sulit untuk dicapai oleh sebagian masyarakat, tak jarang fasilitas kesehatan mengalami overload atau kelebihan kapasitas sehingga tidak bisa melayani pasien dengan baik. Rumah sakit yang dipercaya masyarakat menumpuk di pusat kota sehingga tak jarang pasien tidak terselematkan karena harus dirujuk ke lokasi yang jauh.

Adanya rumah sakit swasta yang terus bertumbuh di Bengkulu diyakini masyarakat akan meningkatkan persaingan dan juga pelayanan kesehatan khususnya pada lembaga kesehatan milik pemerintah untuk berbenah.

Kota Bengkulu menjadi wilayah sebaran rumah sakit terbanyak di propinsi Bengkulu namun baru beberapa kabupaten saja yang memiliki pilihan layanan rumah sakit antara swasta dan negeri, seperti Manna Bengkulu Seletan dan Curup Rejang Lebong. Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi mengharapkan dengan adanya rumah sakit swasta di tingkat kabupaten maka akan menjadi refensi atau alternatif bagi masyarakat untuk layanan kesehatan, karena selama ini sangat begantung dengan satu satunya layanan RSUD yang diakuinya masih dalam kondisi terbatas. Terlebih saat ini RSUD cenderung diutamakan untuk pasien dan penanganan Covid 19.

“Dengan adanya rumah sakit swasta di kabupaten, khususnya di Rejang Lebong semoga bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, jadi tidak lagi harus ke luar Curup untuk berobat” Ungkap bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi.

Sementara itu menurut masyarakat Rejang Lebong Rasman rumah sakit swasta akan memaksa rumah sakit di daerah khusunya rumah sakit umum daerah lebih meningkatkan kualitas layanan, karena masyarakat banyak kecewa terhadap pelayanan rumah sakit milik pemerintah.

Kedepan diharapkan pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten dapat semakin mudah serta semakin banyak rumah sakit swasta yang berdiri di Rejang Lebong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00