Pemprov Bengkulu Upayakan Harga TBS Sawit Rp. 2 ribu per-Kg

KBRN, Bengkulu : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengupayakan harga jual tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik dalam wilayah Provinsi Bengkulu stabil.

Untuk stabilisasi harga menyusul tingginya permintaan minyak kelapa sawit atau CPO nasional tersebut, di angka Rp. 2 ribu per-kilogram (Kg).

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan, upaya menstabilkan harga tersebut salah satunya dengan menggandeng pengusaha yang tergabung dalam organisasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bengkulu.

Oleh karena itu para pengusaha di minta meningkatkan produksi CPO untuk memenuhi kebutuhan pembuatan bio solar B20 dan B30 yang saat ini menjadi program unggulan pemerintah.

"Di Provinsi Bengkulu terdapat 30 perusahaan pengolahan CPO yang tersebar mulai dari Kabupaten Mukomuko hingga Kabupaten Kaur. Kita optimis harga TBS ini bisa stabil antara Rp. 1.800 hingga Rp. 2 ribu per-kilogramnya," ujar Ricky pada Sabtu, (10/4/2021).

Ricky menjelaskan, upaya menstabilkan harga jual TBS kelapa sawit tersebut merupakan bagian dari realisasi program kerja 100 hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Belum lagi di Provinsi Bengkulu ini memiliki potensi kelapa sawit yang berlimpah dengan luasan perkebunan mencapai ratusan ribu hectare, membentang dihampir seluruh kabupaten dan kota.

Untuk itu dengan potensi tersebut harus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya bagi petani kelapa sawit.

“Kita juga akan terus melanjutkan program replanting atau peremajaan kelapa sawit dan pemberian bibit sawit berkualitas untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas TBS kelapa sawit,” katanya.

Sementara untuk diketahui, harga jual TBS kelapa sawit di tingkat pabrik sudah ditetapkan sebesar Rp. 1,910 per-kilogram. Dengan ketetapan itu di minta seluruh pabrik mentaati keputusan Gubernur Bengkulu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00