DPD RI Apresiasi Pembangunan Jalan Tol Bengkulu Tak Terganggu

KBRN, Bengkulu : Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hj Riri Damayanti John Latief memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berkomitmen untuk menuntaskan Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) dari Lampung hingga Aceh sepanjang 2.974 kilometer pada 2024.

"Presiden Jokowi sendiri yang menyampaikan ini. Untuk pembangunan jalan tol Bengkulu ke Curup sampai Lubuk Linggau tetap selesai pada akhir 2022. Artinya pandemi covid-19 tidak menganggu proses pembangunan yang berjalan," kata Riri Damayanti, Jumat (13/11/2020).

Sebelumnya, proyek JTTS sempat disebut-sebut bakal molor akibat pandemi Covid-19. Bahkan molornya pengerjaan ini akan berlangsung satu hingga dua tahun, lantaran tekanan keuangan yang dialami pengembang.

"Trans Jawa proses pengerjaannya nyaris rampung sempurna. Sumatera saya harapkan seperti itu juga. Karena prinsip utama dalam pembangunan adalah keadilan," papar Riri Damayanti.

Senator Bengkulu ini meminta Kementerian PUPR dan lembaga terkait dapat segera mencari solusi atas setiap permasalahan yang timbul dalam proses pembangunan JTTS.

"Infrastruktur harus tetap menjadi prioritas pemerintah ke depan, karena inilah aspirasi terbesar yang diharapkan masyarakat dari pemerintah. Banyak efek berantai yang berkembang seiring pembangunan infrastruktur. Makanya kalau ada masalahnya dalam pembangunan tol ini, apapun itu, harus segera ada solusinya," tandas Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut Riri menambahkan, pembangunan JTTS perlu di topang oleh pembangunan infrastruktur yang merata di setiap daerah.

"Di Bengkulu hanya kota dan dua kabupaten yang tersentuh tol dalam waktu dekat. Masih ada tujuh lagi yang belum. Sehingga ke depan perlu dikembangkan lagi," sampai Riri.

Ia melanjutkan, pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan kehadiran jalan tol untuk lebih hebat lagi dalam membangun daerah.

"Sambungkan tol yang terbangun dengan lokasi-lokasi pariwisata, pusat-pusat pertanian, perkebunan, perikanan, atau apapun yang dapat mendorong ekonomi masyarakat tumbuh atau yang menjadi sektor unggulan daerah," demikian Riri Damayanti.

Belum lama ini, Badan Pengatur Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR merilis bahwa progres pembangunan ruas tol pada seksi 3 ruas Taba Penanjung—Bengkulu sepanjang 17,6 km saat ini telah mencapai 52,50 persen.

Dalam proses pengerjaan berikutnya, pada konstruksi jalan tol akan dilengkapi oleh dua simpang susun dan terdapat terowongan sepanjang 7 kilometer menembus bukit barisan dengan kedalaman maksimal 352 meter serta jembatan bentang panjang yang membentang diatas lembah dengan ketinggian pilar mencapai 45—90 meter.

Ada tiga seksi pengerjaannya. Pertama Lubuk Linggau—Kepahiang sepanjang 54,50 kilometer, kedua Kepahiang—Taba Penanjung sepanjang 23,70 kilometer, dan ketiga Taba Penanjung—Bengkulu sepanjang 17,60 kilometer. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00