Perubahan Status Bisa Terwujud, Bimex Terus Jajaki Pembangunan Rel Kereta Api

KBRN, Bengkulu : Meskipun saat ini terkendala dengan status sebagai Perusahaan Daerah (PD), namun salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bimex, terus menjajaki kerjasama dengan sejumlah pihak dalam merealisasikan Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan rel kereta api.

Rencana pembangunan rel kereta api tersebut, dari Bengkulu-Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

“Kita berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan status Bimex yang dilakukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Bengkulu, bisa segera merampungkan pekerjaannya. Dengan demikian, salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) ini, bisa segera berubah menjadi Perusahaan/ Perseroan Terbatas (PT). Soal status memang menjadi kendala dalam bekerja sekarang ini, kendati rencana kerjasama dengan berbagai pihak terus kita jajaki,” ungkap Direktur Utama PD Bimex, Ir. Frentindo didampingi Direktur Umum dan Keuangan PD Bimex, Handiro Efriawan, dalam keterangannya.

Menurut Frentindo, dalam rencana pembangunan rel kereta api tersebut, Bimex sebagai investor yang dalam perjalanannya nanti tetap menggandeng investor dari luar.

Sebelumnya diakui, penjajakan kerjasama sudah dilakukan dengan Pasific Group, tapi karena sesuatu hal ditambah kondisi pandemi Covid-19, kerjasama itu tidak bisa dilanjutkan.

Atas saran dari Pemprov, pihaknya berkomunikasi dengan PT. POS Group. Sedangkan dengan PT. Trans Rentang Nusantara (TRN) sejauh ini sudah dilakukan dan dituangkan dalam nota kesepahaman.

"Kita menargetkan Desember mendatang, kerjasama dengan PT. POS Group ini juga bisa dituangkan dalam nota kesepahaman," katanya pada Rabu, (21/10/2020).

Selain itu Frentindo menjelaskan, terkait rencana pembangunan rel kereta api ini, sebetulnya juga ada investor yang tertarik, tepatnya dari Australia dan Belanda.

Hanya saja mereka tidak bisa ke Indonesia, lantaran di larang negaranya masing-masing karena pandemi Covid-19.

“Jika pandemi cepat berlalu, kedua investor asal negara berbeda itu akan datang ke Bengkulu, sembari juga kita terus menjajaki komunikasi dengan pihak investor lainnya untuk mewujudkan rencana pembangunan rel kereta api Bengkulu-Kota Padang,” terangnya.  

Lebih lanjut ditambahkan, Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan rencana pembangunan rel kereta api ini sudah ada. Sedangkan untuk persyaratan lainnya terus berproses. Mengingat pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan nya.

“Untuk pembangunan rel kereta api ini total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 27 triliun, khusus rel kereta apinya saja sekitar Rp 13,5 triliun," tutup Frentindo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00