Legislator Suarakan Harga TBS Sawit Bisa Naik Lagi

KBRN, Bengkulu : Meskipun harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini mulai menunjukan kenaikan, namun diharapkan bisa dinaikan lagi.

Apalagi harga ketetapan dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, masih memberlakukan harga pada bulan Agustus lalu 2020 sebesar Rp. 1.400,- per-Kilogram (Kg).

Harapan itu diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fitri, ketika menyikapi perbandingan harga TBS Kelapa Sawit ketetapan Pemerintah Daerah dengan pembelian di tingkat pabrik.

Dari data yang di peroleh, pembelian TBS Kelapa Sawit di sejumlah pabrik di wilayah Mukomuko, berkisar antara Rp. 1.540,- per-Kilogram (Kg) sampai Rp. 1.690,- per-Kg.

Oleh karena itu, dalam ketetapan terbaru nanti agar Dinas TPHP Provinsi bisa menetapkan harga TBS Kelapa Sawit, minimal mengikuti kebijakan nasional, atau dikisaran Rp. 1.700,- per-Kg.

“Sebetulnya harga beli TBS Kelapa Sawit di wilayah Provinsi Bengkulu ini, masih rendah ketimbang di daerah lain, seperti Riau dan Jambi. Padahal diketahui harga CPO dikabarkan sudah mulai tinggi. Makanya diharapkan, ketetapan harga TBS Kelapa Sawit, bisa mengikuti pasar dunia,” kata Fitri pada Rabu, (21/10/2020).

Politisi Gerindra ini mengaku tidak mengetahui alasan harga TBS Sawit, masih rendah di Bengkulu. Belum lagi ketetapan dari Pemda, justru tidak bisa menaikan harga beli di tingkat.

Untuk itu ia menyarankan, baiknya harga TBS ini dinaikan saja, agar harga beli di tingkat pabrik bisa lebih tinggi lagi.

“Dengan ketetapan harga tinggi, mau tidak mau pihak pabrik harus mengikutinya. Jika tidak mengikuti, agar diberikan sangsi,” ucap Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Mukomuko ini.

Lebih lanjut ditambahkan, dengan dinaikannya harga TBS sawit tersebut, juga bisa membantu masyarakat petani yang kondisi perekonomiannya di tengah pandemi Covid 19, sedang tidak menentu. Apalagi di sisi lain para petani sedang dihadapkan dengan kondisi produksi yang menurun.

“Jika harga TBS sawit tidak tinggi, kondisi ekonomi petani akan semakin menurun. Untuk itu di minta pemerintah daerah hadir memberikan solusi kepada masyarakat petani sawit,” ujar Fitri.

Sementara secara terpisah, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan ketika dikonfirmasi menyebutkan, untuk ketetapan harga TBS sawit terbaru belum ada. Tetapi dipastikannya dalam 2 hari ini akan menetapkan bersama pihak terkait.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00