LPG 3 Kg Tak Langka, Masyarakat Diimbau Jangan “Panik Buying”

KBRN, Bengkulu : Menindak lanjuti kelangkaan sekaligus untuk memastikan pendistribusian gas LPG 3 Kilogram (Kg) tepat sasaran, PT. Pertamina pada Rabu, (14/10/2020) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan yang ada di Kota Bengkulu.

Meski dari hasil sidak Pertamina yang didampingi pihak Hiswana Migas tersebut, tidak menemukan kelangkaan pasokan gas LPG ukuran melon yang di jual di pangkalan. Tetapi tidak dipungkiri, permintaan masyarakat terhadap gas bersubsidi ini mengalami peningkatan di Provinsi Bengkulu.

“Selain permintaan tinggi, juga adanya kepanikan warga atau 'Panic Buying' terhadap kabar LPG 3 Kg susah didapatkan. Padahal faktanya tidak terjadi kelangkaan di pangkalan, atau distributor resmi Pertamina. Malahan di beberapa pangkalan atas inisiasi sendiri, ada yang membuat kartu pelanggan untuk warga agar mendapat gas LPG subsidi tersebut, dengan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungka Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami didampingi Sales Area manager Pertamina Lampung-Bengkulu Donny Brilianto, dalam keterangannya.

Menurut Dewi, pihak pertamina selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak, agar pendistribusian LPG 3 Kg bersibsidi ini, tepat sasaran untuk masyarakat pra sejahtera dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta juga tepat harga sesuai dengan HET. Termasuk secara terus menerus menekankan kepada para agen, terkait dalam penyalurannya ke pangkalan.

“Jika di sebut terjadinya kelangkaan gas LPG 3 Kg di Bengkulu kurang tepat, sehingga perlu diluruskan. Tapi yang ada, peningkatan permintaan masyarakat dengan disebabkan beberapa factor, seperti, dampak pandemi Covid-19 dan adanya migrasi pengguna dari sebelumnya mampu membeli gas LPG ukuran 12 Kg atau 5,5 Kg, beralih ke gas subsidi 3 Kg. Artinya, ada kelompok miskin baru (Misbar), bisa jadi pengguna di PHK, dan tidak memiliki pekerjaan, sehingga beralih menjadi pedagang,” terang Donny Brilianto yang juga diamini Dewi.

Lebih lanjut Donny menjelaskan, mengantisipasi hal tersebut, dalam pendistribusian ke pangkalan resmi dari Juli hingga Oktober ini, pertamina secara konsisten telah menyalurkan dan memperkuat stok agar tidak terjadi kekosongan di pangkalan.

“Kita juga menghimbau, masyarakat yang berhak untuk membeli elpiji bersubsidi 3 Kg di pangkalan. Jika membeli pada pengecer, harganya bervariatif dan tidak sesuai HET. Sedangkan pengawasan kita (pertamina,red) hanya berlaku pada pangkalan-pangkalan resmi yang menerapkan harga sesuai HET," katanya.

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan gas LPG di Lingkar Barat Kota Bengkulu, Joko Wiyono mengaku, meningkatnya permintaan LPG 3 Kg ini, terjadi pasca Hari Raya Idul Adha lalu sampai hari ini.

Mengingat sebelum itu, dari 100 tabung pasokan setiap harinya, palingan yang habis terjual 70 persennya. Berbeda beberapa hari terakhir, dari total 100 tabung yang di pasok, setiap hari selalu habis terjual. Apalagi dalam menjual gas LPG 3 Kg kepada yang berhak, dibekali kartu pelanggan agar tidak terjadi penjualan tidak tepat sasaran.

"Jika pasokan gas LPG 3 Kg sudah habis, saya selalu menawarkan LPG non subsidi pada masyarakat, baik yang 12 Kg ataupun 5,5 Kg. Kemudian juga apabila masih tersisa, baru menjual dengan pengecer dan orang di luar dua kecamatan wilayah pangkalan gas Elpiji-nya. Saya masih mengutamakan dulu warga dan pelaku UMKM di Kecamatan Gading Cempaka serta Singgran Pati Kota Bengkulu," demikian Joko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00