Potensi Berlimpah, Cakada Diminta Masukan Program Blue Economy

KBRN, Bengkulu : Kini seluruh pasangan calon kepala daerah (Cakada) se-Provinsi Bengkulu telah memiliki nomor urut setelah melakukan proses pengundian, Kamis (24/9/2020) lalu. 

Seiring kian dekatnya pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati se-Provinsi Bengkulu, berbagai program dan gagasan untuk memajukan kesejahteraan warga Bumi Rafflesia terus bermunculan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief berharap, agar setiap kepala daerah memasukan program Blue Economy agar potensi kelautan Provinsi Bengkulu sepanjang garis pantai 525 kilometer yang menghadap Samudra Hindia tergarap secara maksimal.

"Blue Economy adalah mencakup semua kegiatan yang berbasis kelautan atau terkait kelautan seperti pariwisata. Dengan garis pantai yang panjang, potensi dari Blue Economy ini akan sangat besar buat Bengkulu," kata Riri Damayanti pada Jumat (25/9/2020).

Riri juga mengajak setiap kandidat, terutama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk memetakan potensi dari Blue Economy secara berkelanjutan.

"Supaya setiap potensi kelautan yang memiliki sifat terbaharukan bisa terbaca dan dikelola secara berkelanjutan. Investasinya tidak kecil. Tapi saya yakin kandidat yang ada sekarang orang-orang cerdas. Tahu potensi apa saja yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan," ungkap Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut Senator Bengkulu ini menuturkan, Bengkulu selama ini memiliki kendala pendanaan untuk mengembangkan sektor perikanan, pariwisata dan transportasi.

Oleh karena itu memang masih butuh kerjasama dengan pusat dalam pembiayaan. 

Selain itu ia menyarakan, berapapun besarnya anggaran yang dibutuhkan, alokasikan saja. 

"Blue Economy adalah kebutuhan masa depan untuk mengurangi polusi dari penggunaan energi berbasis batu baru dan minyak bumi serta dapat mendukung ketersediaan energi listrik untuk rumah tangga dan industri khususnya industri perikanan, baik untuk penyimpanan dan pengolahan hasil laut," sampai Senator Bengkulu ini.

Tak hanya itu, ia berharap pemerintah daerah juga dapat lebih gencar membina millenial agar memahami dengan baik potensi kelautan yang dimiliki Bengkulu. Apalagi laut Bengkulu yang diberikan begitu banyak kekayaan bisa mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh warganya dan bukannya di bawa ke provinsi-provinsi atau pulau-pulau lain di Indonesia atau bahkan oleh bangsa asing.

Berdasarkan data 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (2020) selama empat tahun terakhir, sumbangan sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif.

Hanya saja secara keseluruhan sektor perikanan hanya berkontribusi sebesar 2,31 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia. Padahal berdasarkan data World Bank tahun 2019 silam menyatakan bahwa Indonesia memiliki sektor perikanan terbesar kedua di dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00