Pemerintah Diminta Carikan Solusi Untuk Stabilitas Pasar Ditengah Covid 19

KBRN, Bengkulu : Sejak pandemi Covid-19 hadir di Indonesia, pertumbuhan sektor perdagangan pada permulaan tahun 2020 benar-benar mengalami pukulan signifikan.

Bahkan seluruh sektor perdagangan jauh menurun kecuali penjualan barang-barang domestic, seperti produk kimia, farmasi, dan obat-obatan serta produk makanan dan minuman.

Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief menuturkan, setelah melewati masa-masa kritis pada periode awal pandemi Covid-19, dengan dibukanya kembali sektor perdagangan hendaknya dapat memberikan kesempatan kepada setiap pelaku usaha untuk mengembalikan stabilitas pasar.

"Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah membuat pola perdagangan banyak bergeser dari offline menjadi online. Sudah banyak yang menyadari bahwa internet penting. Untuk itu penguatan jaringan sinyal seluler di pelosok-pelosok desa tetap menjadi tugas mendesak pemerintah dan swasta dan harus dikawal sampai terlaksana," kata Riri Damayanti, Selasa (2/6/2020).

Selain itu Riri berharap, pemerintah mencarikan solusi untuk pelaku usaha, petani, pedagang maupun UMKM yang mengalami kerugian akibat banyaknya komoditas yang belum terjual karena kebijakan PSBB.

"Agar tidak terus menerus mengalami kerugian, butuh segera dilakukan pemetaan dan sosialisasi secara meluas kepada petani, pelaku usaha, pedagang dan lain-lain tentang komoditas apa saja yang pasarnya masih terjamin, sehingga produk-produk yang mereka hasilkan bisa terserap di pasar di tengah pandemi," pesan Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini.

Disamping itu Senator Bengkulu ini meminta, semua pelaku usaha dapat mematuhi aturan kesehatan baru pencegahan Covid-19, untuk tempat bisnis jasa dan perdagangan, sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/335/2020, yang terbit tertanggal 26 Mei 2020 yang mengatur tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha.

"Semua pelaku usaha, pekerja, konsumen, masyarakat dan siapapun yang terlibat di sektor perdagangan dan jasa harus ikut serta aktif dalam meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid-19. Siapkan tempat cuci tangan di kantor, yang sakit liburkan dulu, tetap jaga jarak, jangan sampai ada kerumunan dan budayakan hidup bersih," ajak Riri Damayanti menutup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00