BUMD Bimex Diminta Tingkat Laba dan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

KBRN, Bengkulu : Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Bengkulu Impor Ekspor (PD. Bimex), agar dapat mencari dan meningkatkan keuntungan/ laba yang berkualitas, serta sebagai penggerak perekonomian daerah.

Apalagi salah satu perusahaan daerah di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu ini, akan menjadi Perusahaan Terbatas (PT) atau Perseroan Daerah (Perunda).

“Kita dari Biro Ekonomi Pemprov mengapresiasi kerja cepat dalam menindak lanjuti program yang harus dilaksanakan PD. Bimex. Begitu juga persoalan yang terjadi diinternal selama ini, telah mampu diindentifikasi penyebab dan solusi dalam meraih keuntungan. Bahkan untuk rencana bisnisnya juga telah tersusun dengan jelas,” ungkap Kepala Biro Ekonomi Sekda Provinsi Bengkulu Ansori Tawakal, ketika diwawancarai usai rapat perdana bersama Direksi PD Bimex.

Menurut Ansori, meski rencana aksi sudah tersusun dengan baik, namun bersinergi dan meningkatkan koordinasi khususnya dengan pemerintah daerah. Sehingga terbangun kerjasama yang baik, dan membangun good koorporite governant.

Belum lagi setelah adanya regulasi khusus yang mengatur soal Bimex ini, pemerintah daerah berkewajiban mengalokasikan penyertaan modal, guna meningkatkan kapasitas dan berbisnis dengan sehat serta produktif.

“Rencana penyertaan modal itu sedang kita (Biro Ekonomi,red) pelajari. Tapi sebelum merealisasikan 25 persen dari modal yang akan dialokasikan sebesar Rp. 11 milyar, menunggu disahkannya dulu Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur khusus tentang PT Bimex. Dimana Rancangan Perda-nya sendiri sudah disampaikan ke lembaga DPRD Provinsi untuk dilakukan pembahasan bersama-sama, dengan ditargetkan dalam tiga bulan kedepan sudah disahkan. Sehingga paling cepat pada APBD Perubahan atau di APBD Provinsi tahun depan, sudah bisa disiapkan pemerintah daerah,” ujarnya, Kamis, (23/1/2020).

Lebih lanjut ia meminta, sebelum direalisasikannya penyertaan modal dari pemerintah daerah, agar keberadaan Bimex sendiri harus menunjukan kinerja terbaiknya. Mengingat hal itu akan menumbuh kembangkan kepercayaan mitra kerja dalam berbisnis dengan Bimex nantinya.

“Ingat, sehatkan dulu perusahaan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan dan marketing serta operasionalnya. Jika semua aspek itu tidak ada masalah, yakin dan percaya publik akan mempercayai Bimex. Apalagi saat ini memang tidak ada hutang dan kita dukung langkah Direksi Bimex,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur Utama PD. Bimex, Ir Fretindo menjelaskan, pihaknya sudah memaparkan rencana bisnis yang akan dijalankan kedepannya, sehingga keberadaan Bimex yang selama ini cendrung jalan ditempat, bisa benar-benar memberikan berkontribusi terhadap daerah dan mewujudkan Bengkulu berkemajuan.

“Fokus rencana bisnis kita tetap pada impor dan ekspor, serta pengembangan usaha lainnya, termasuk pembinaan kebutuhan pokok masyarakat. Makanya kita akan bersinergi dan segera melakukan Penanda Tangan Kerjasama (PKS) dengan sejumlah mitra kerja, seperti Pelindo, Bank Bengkulu, PT. Semen Padang dan lain-lainnya,” paparnya.

Kendati demikian ditambahkan, dengan rencana bisnis yang akan dijalankan, meski pada triwulan pertama belum menyebutkan nilai, namun memasuki triwulan sudah mengetahui besaran sumbangsih terhadap daerah.

“Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa kita berikan, Insya Allah berada di atas nilai dari Dikreksi yang sebelumnya. Tapi sebelumnya, kita juga komunikasi dengan pihak DPRD Provinsi, agar Raperda Bimex bisa segera dibahas dan disahkan,” tutup Fretindo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00