Pelindo II : Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Menjadi KEK Masih Berproses

KBRN, Bengkulu : Pihak Pelindo II bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu hingga kini terus memperjuangkan agar kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, bisa segera ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus-(KEK).

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo II, Ogi Rulino didampingi General Manager IPC Bengkulu, Nurkholis Lukman, seusai bertemu dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah,  di kantor Pemprov Bengkulu.

Dijelaskan, pihaknya sudah menerima berbagai masukan dari Pemerintah Daerah Bengkulu dalam merealisasikan keinginan besar untuk memiliki pelabuhan laut bertaraf nasional dan internasional, yang tentunya akan berimbas lebih baik lagi untuk perkembangan perekonomian daerah Bengkulu.

“Mengenai syarat-syarat yang menjadi kendala perealisasian KEK, saat ini masih berproses untuk segera dilengkapi dan dicarikan solusi terbaiknya sebelum disampaikan ke Dewan KEK. Diantara persyaratan itu, dijelaskan, pihaknya sebagai pemarkarsa soal pembahasan calon investor baik skala lokal maupun nasional, karena lahan yang dimiliki cukup luas, agar kedepan bisa termanfaatkan dengan baik,” ujarnya, Jumat, (13/12/2019).

Selain itu mengenai target, Ogi menyatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan kepastian, karena ada proses yang harus dilalui.

“Kita (Pelindo,red) tetap mengupayakan tahapan yang sedang berjalan, bisa secepatnya selesai dan KEK dapat terealisasi di Bengkulu,” katanya.

Sementara secara terpisah, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan, dari hasil pertemuan dengan pihak Direksi Pelindo II, Pemprov sudah mempertanyakan soal desain pengembangan kawasan Pelabuhan Pulau Baai, khususnya dermaga 1 sampai 4 bisa segera berfungsi.

Kemudian juga soal pengembangan progres terminal curah cair, dan bagaimana manajemen pengelolaan lahan sehingga ketika investor ingin menanamkan investasinya, tidak merasa keberatan dengan beban lain-lainnya.

“Saran saya, jika selama ini bersifat disewakan, jika perlu diberikan secara gratis oleh pihak Pelindo. Tetapi jika ada tanam tumbuh yang ada, bisa diganti,” terang Gubernur.

Lebih jauh ditambahkan, pihaknya juga mempertanyakan kejelasan perealisasian KEK dan dijawab pihak Pelindo pada triwulan pertama tahun 2020 mendatang, sudah disampaikan ke Dewan KEK.

“Saya minta soal kajian kelayakan ekonomi yang selama ini masih berkutat dalam pembahasan, bisa segera dirampungkan. Sehingga bisa segera disampaikan ke Dewan KEK dan KEK di kawasan Pelabuhan Pulau Baai dapat terealisasi di tahun depan,” tukas Gubernur Rohidin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00