Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau, Gubernur Sebut Tinggal Penjadwalan

KBRN, Bengkulu : Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebutkan, rencana pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tidak batal ataupun tertunda. Bahkan sudah siap dari sisi penganggaran maupun persiapan secara teknis di lapangan.

“Pembangunan jalan tol tidak batal ataupun tertunda, apalagi batal. Rencana pembangunannya tinggal penjadwalan untuk memulai pekerjaandilapangan," ungkap Gubernur Rohidin, ketika ditanyai sejumlah wartawan.

Menurut Gubernur Bengkulu, rencana pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau ini sebetulnya paling cepat ketimbang lainnya. Dimana dalam tempo satu tahun sudah siap untuk dikerjakan.

"Tahun depan baru tahun kedua. Kita itu dalam tahun yang sama, tinggal siap dikerjakan. Semua sudah selesai. Sebagai contoh di daerah lain, untuk pembebasan dan proses Penlok (Penetapan Lokasi) saja bisa 1 hingga 3 tahun," terangnya, Senin, (2/12/2019).

Dijelaskan Rohidin, perealisasian rencana pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau, saat ini tinggal menunggu jadwal Presiden RI, Joko Widodo untuk pelaksanaan groundbreaking. Mengingat alat-alatnyasudah siap di lapangan, untuk melaksanakan pekerjaan.

"Jadi tidak ada penundaan (pembangunan jalan tol, red). Jangan kita salah pengertian dalam hal ini, karena pembangunan jalan tol ini merupakan PSN (Proyek Strategis Nasional)," papar Gubernur.

Untuk diketahui, ruas tol Bengkulu-Lubuklinggau yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera, terbentang sepanjang 95,8 Kilo Meter (KM).

Salah satu tantangan pembangunan tol ini yakni terowongan yang dirancang sepanjang 7 KM. Dimana terowongan tersebut menembus bukit daun, antara Bengkulu Tengah-Kabupaten Kepahiang.

Selain itu akan dibangun juga jembatan yang membentang di atas lembah di kawasan Kabupaten Bengkulu Tengah-Kepahiang, dengan ketinggian pilar antara 45-90 meter. Bahkan untuk embangunan terowongan bukit daun akan dilaksanakan seperti pembangunan terowongan di Pegunungan Alpen menghubungkan Perancis-Italia, termasuk penggunaan teknologi dalam pengerjaannya.

Sementara ruas jalan tol terdiri dari 3 seksi meliputi Lubuklinggau-Kepahiang sepanjang 54,4 kilometer, Kepahiang-Taba Penanjung 23,7 kilometer, serta Taba Penanjung-KotaBengkulu 17,6 kilometer.

Sedangkan total biaya investasi pembangunan jalan tol mencapai Rp 33 triliun. Apalagi sistem Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Lubuklinggau-Bengkulu sudah dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit dan Direktur Utama PT Hutama Karya, Bintang Perbowo pada pertengahan Maret 2019 di Balai Raya Semarak Bengkulu. Penandatanganan PPJT disaksikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur BengkuluRohidin Mersyah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00