Kebangkitan UMKM, Perbankan di Bengkulu Berikan Kemudahan Pinjaman

Pimpinan Cabang BNI Bengkulu Yeska Friadi memberikan keterangan dalam dialog lintas Bengkulu pagi

KBRN, Bengkulu : Dalam mengoptimalkan peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai motor penggerak ekonomi pasca pandemi Covid 19 bisa bangkit lebih cepat, bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan kemudah-kemudahan dalam pinjaman yang bisa dinikmati pelaku usaha di Bengkulu.

Seperti yang dilakukan BNI Cabang Bengkulu, selama pandemi Covid 19 suport pemerintah melalui perbankkan, dengan memberikan tambahan subsidi bunga kepada pelaku usaha. Dimana tambahan subsidi bunga pada tahun 2020 lalu ada subsidi bunga 0 sampai 3 persen.

Bahkan untuk mikro sampai bulan Juni 2022, kembali memberikan subsidi bunga sebesar 3 persen lagi, sehingga bunga KUR sebesar 6 persen, setengahnya dibayarkan pemerintah.

“Wabah pandemi Covid 19 memang bagian dari seleksi alam dan bagi pelaku UMKM yang bertahan, sepertinya itu lah jago. Oleh karena itu ketika pandemi melanda, kita telah menerapkan beberapa strategi, khususnya bagi kreditur yang terdampak berat, diberikan perlakuan khusus, dengan menunda pembayaran pokoknya dan diberikan subsisi bunga lebih besar,” ungkap Pimpinan Cabang BNI Bengkulu Yeska Friadi dalam keterangannya pada dialog lintas Bengkulu pagi yang diselenggarakan RRI Bengkulu.

Diakui Yeska, total secara keseluruhan dana KUR yang sudah disalurkan hingga tahun 2022 ini, dengan kurang lebih seribu pelaku usaha yang ada di Bengkulu mencapai Rp. 120 milyar.

Mengingat KUR ini dibagi dalam beberapa bentuk, yakni, super mikro Rp. 10 juta, mikro Rp. 10 sampai Rp. 100 juta, dan ritel Rp. 100 sampai 500 juta. Bahkan KUR mikro yang nilai sampai Rp. 100 juta tidak menyertakan jaminan tambahan. Sedangkan yang ritel memang harus ada jaminan tambahan, tapi tidak menjadi hal yang pokok, karena usaha yang dijalani sudah memberikan jaminan.

“Kita juga ada kredit komersil dengan pinjaman sampai Rp. 1 milyar dan biasanya itu wirausaha. Lalu kita ada kredit konsumer kecil sampai Rp. 15 milyar dan pelaku usaha di Bengkulu bisa memanfaatkannya,” katanya pada Jumat, (19/8/2022).

Lebih lanjut ia menambahkan, kemudahan yang diberikan dalam mendapatkan dana KUR, tentu juga melalui tahapannya. Seperti, bagi pemula minimal sudah menjalankan usahanya tiga bulan. Berbeda juga dengan yang jatuh bangun.

Oleh karena itu sebutan agunan atau jaminan dalam mendapatkan pinjaman KUR, sebetulnya yang menjadi jaminan utama kelayakan usahanya dalam membayar kredit. Mengingat jika ada aset yang diberikan kepada perbankan hanya bersifat pendampingan saja.

“Perlakuan bagi pelaku usaha dalam mendapatkan dana KUR oleh perbankkan itu berbeda-beda. Tapi yang jelas dilihat dulu kelayakan usahanya, apakah bisa membayar kredit atau tidak nantinya. Begitu juga istilah, jika sebelumnya diblacklist, ada waktunya dan masih bisa mendapatkan pinjaman modal untuk usahanya,” demikian Yeska.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar