Inflasi Bengkulu Tertinggi ke Empat di Sumatera

BENGKULU, KBRN: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa untuk periode April 2022 Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan inflasi sekitar 1,45 persen dan berada di posisi ke empat se Sumatera.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan bahwa dengan kenaikan inflasi tersebut Provinsi Bengkulu juga berada di posisi ke 13 se Indonesia. 

Sebab pada April 2021 Provinsi Bengkulu hanya mengalami inflasi sekitar 0,10 persen dan sejak Januari hingga April 2022 inflasi Provinsi Bengkulu mencapai 2,65 persen. 

"Provinsi Bengkulu mengalami inflasi yang cukup tinggi yang mencapai 1,45 persen dan berada di posisi ke empat se Sumatera" kata Rizal. 

Bahkan sejak pandemi COVID-19yang terjadi pada 2020 hingga saat ini, inflasi tertinggi di Provinsi Bengkulu terjadi pada April. 

Menurut dia, inflasi terjadi disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga yang cukup besar pada beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya pengeluaran makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,78 persen.

Kemudian kelompok pengeluaran makanan dan minuman sebesar 2,17 persen, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa sebesar 1,80 persen, kelompok pengeluaran transportasi yaitu 1,45 persen. 

Lanjut Rizal, untuk inflasi tertinggi di Sumatera berada di Kota Tanjung Pandan Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 2,58 persen dan Kota Pangkal Pinang di Pulau Bangka sebesar 1,82 persen. 

Sedangkan inflasi terendah berada di Gunungsitoli Pulau Nias Provinsi Sumatera Utara yaitu 0,22 persen dan Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara yaitu 0,38 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar