Stabilkan Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional, Diperlukan OP

KBRN, Bengkulu : Untuk menstabilkan harga minyak goreng yang di pasar tradisional sejauh ini belum juga turun, seperti, di ritel modern, diperlukan kebijakan khusus dari Pemerintah Daerah melalui dinas teknis, dengan menggelar Operasi Pasar (OP).

Pernyataan itu diungkapkan Pemerhati Ekonomi Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu, Dr. Anzori Tawakal, ST, MSi, dalam Dialog Interaktif Bengkulu Menyapa dengan tema, “Antisipasi dan Pola Menstabilkan Harga Minyak Goreng di Bengkulu,” yang digelar RRI Pro Satu Bengkulu.

“Pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan minyak goreng murah berlaku di ritel modern, sedangkan di pasar-pasar tradisional belum. Jadi saran saya pemerintah perlu melakukan operasi pasar (OP) sebelum keluar kebijakan resmi lainnya. Mengingat yang belanja di ritel modern biasanya masyarakat tertentu saja, untuk masyarakat umum lebih banyak berbelanja di pasar tradisional,” ujar Anzori pada Jumat, (21/1/2022).

Selain menggelar OP, lanjut Anzori, Pemerintah Daerah khususnya Provinsi Bengkulu, termasuk kabupaten dan kota, selain mengatur pembelian di ritel modern dan pembagian tugas, juga bisa mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam program kerjanya, yakni, bantuan sosial (bansos) dengan memberikan minyak goreng kepada masyarakat yang menjadi sasarannya.

“Memang kebijakan yang ada tidak cukup sebatas imbauan saja, tapi perlu langkah kongkrit lainnya, seperti OP di pasar tradisional dan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat penerima sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Provinsi Bengkulu, Ir. Yenita Syaiful, MSi, menyampaikan, meski saat ini kebijakan pemerintah diberlakukan untuk ritel modern, diyakininya akan mengikuti kebijakan lainnya, terkhusus harga minyak goreng di pasar tradisional.

Hanya saja sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah, ditambahkan Yenita, jika memang dibutuhkan operasi pasar (OP) tentu pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan pihak terkait. Terlebih untuk pelaksanaannya juga membutuhkan stok minyak goreng yang diberikan subsidi oleh pemerintah.

”Mensiasati pelaksanaan OP, intinya kita siap, tapi itu perlu dipersiapkan secara matang, agar tujuan akhir untuk menstabilkan harga minyak goreng dapat terwujud,” tukas Yenita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar