Pola Distribusi BBM ke Bengkulu Harus Diperbaiki

KBRN, Bengkulu : Dalam sepekan terakhir, antrean panjang kendaraan bermotor untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyayangkan terjadinya antrean tersebut.

"Di kalangan masyarakat hal ini menimbulkan keresahan dan kepanikan. Patut disayangkan. Karena BBM ini menyangkut kebutuhan mendasar yang dipakai oleh angkutan berbagai jenis untuk mengangkut keperluan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," kata Riri pada Selasa, (30/11/2021).

Riri berharap agar pihak-pihak terkait segera membenahi perkara ini dan melakukan langkah antisipasi agar hal yang sama tidak terulang kembali.

"Jangan sampai pemerintah dianggap tidak becus dalam menjalankan kewajiban sebagaimana yang sudah diamanahkan oleh masyarakat. Jangan dibiarkan berlarut-larut dan jangan dibiarkan terjadi kembali di kemudian hari," ujar Senator Riri.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menolak persoalan  antrean untuk memperoleh BBM ini dijadikan sebagai alasan untuk menghentikan subsidi kepada masyarakat.

"Subsidi adalah tanggung jawab negara dalam menjamin hajat hidup orang banyak terutama mereka yang miskin dan kekurangan. Saya sudah mendengar wacana antrean yang mengular ini dijadikan sebagai alasan untuk mencabut subsidi, saya kira ini tidak tepat. Jangan bermain-main dengan wacana ini. Rakyat masih susah akibat pandemi," demikian tegas Senator Bengkulu.Jauh sebelumnya, Kamis (11/11/2021).

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengingatkan agar pemerintah tidak membiarkan terjadinya antrean yang mengular di daerah-daerah karena perkara stok.

Ia telah meminta agar pola distribusi BBM untuk Bengkulu diperbaiki.

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menurunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa SPBU di Kota Bengkulu, Jumat (26/11/2021). Disebutkan antrean panjang yang terjadi karena dampak keterlambatan pasokan ke Bengkulu yang mengalami kendala cuaca dan alam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar