Kadin Respon Positif Industri Wisata dan Kopi Bengkulu

BENGKULU, KBRN: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid memberi respon positif terhadap upaya Pemprov Bengkulu dalam mengembangkan industri pariwisata, terutama di Pulau Enggano dan industri kopi yang banyak dikelola petani. Arsjad mengatakan KADIN akan mendukung mempromosikan potensi tersebut kepada investor di luar negeri.

Menurut Arsjad, KADIN Indonesia memang sudah membuka ruang bagi semua daerah untuk menawarkan potensi investasinya untuk dipromosikan oleh KADIN. Hanya saja, sebelum dijual ke para pelaku investasi, KADIN berharap potensi yang akan ditawarkan sudah disiapkan dengan baik terlebih dulu.

"Karena kami juga sudah teken MoU bersama Kementerian Investasi untuk bersama-sama bersinergi, bersatu untuk mencari investasi bisa masuk ke Indonesia. Tapi kita juga menerapkan supaya daerah juga bisa menawarkan potensi yang menarik bagi investasi. Nah, di Bengkulu, hasil diskusi dengan Gubernur tadi, salah satunya adalah industri wisata dan kopi," papar Arsjad saat memberi keterangan pers usai menghadiri pelantikan Pengurus PWI Bengkulu Periode 2021-2026 di Balai Raya Semarak Bengkulu, Minggu (26/9) siang.

Pelantikan Pengurus PWI itu juga dihadiri staf ahli Kementerian Investasi, Gubemur Bengkulu, dan Kapolda Bengkulu. 

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memaparkan Bengkulu sudah menerapkan sistem perizinan digital yang disebut OSS atau online single submission dan terkoneksi ke sembilan kabupaten dan satu kota. Berkat kebijakan itu, kata dia, telah terjadi peningkatan investasi 180 persen dalam kurun waktu 2017-2019.

Ia memaparkan, Bengkulu punya banyak potensi yang layak dikembangkan dan bernilai investasi tinggi. Di sektor wisata, ada Pulau Enggano yang menawarkan pemandangan eksotik. Berada di sana, kata Rohidin, serasa di dunia lain karena letaknya yang ada di tengah-tengah dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Ditambah lagi dengan etnik khas yang ada di sana.

Potensi berikutnya adalah kopi. Bengkulu adalah daerah penghasil kopi terbesar ketiga di Sumatera. Bahkan di even kompetisi kopi internasional, kopi Bengkulu menjadi jawaranya dua tahun lalu di Denmark. Potensi berikutnya, kata Rohidin, adalah kelapa darat. "Meski ukurannya kecil-kecil, kelapa darat Bengkulu merupakan yang terbaik. Boleh dicek," katanya.

Vaksin 10 Ribu Dosis

Sementara itu, dalam rangkaian pelantikan, PWI Bengkulu berkolaborasi dengan Kadin akan menyelenggarakan vaksinasi massal bagi masyarakat Bengkulu. Dengan jumlah vaksin 10 ribu dosis, PWI dan Kadin berharap kegiatan ini bisa mendukung percepatan capaian vaksin. 

"Kita mulai dari Bengkulu untuk Indonesia, MoU yang ditandatangani tadi akan menjadi dasar kerjasama yang ditandatangani bersama dan disaksikan presiden pada HPN tahun mendatang," kata ketua umum PWI, Atal S Depari saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan pengurus PWI Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak, Minggu (26/9/21).

Ia menyebut vaksinasi pada masyarakat yang dipelopori KADIN-PWI sangat membantu pemerintah mencapai target vaksinasi sebagai upaya membentuk Herd Immunity membuat masyarakat sehat dan dapat melakukan kegiatan ekonomi.

"Jika masyarakat sehat maka roda ekonomi akan hidup. Vaksinasi yang dilakukan pada masyarakat adalah langkah yang tepat, di samping nanti ada kerjasama lainnya di sektor peningkatan kapasitas SDM dan membangkitkan sektor pariwisata di era new normal," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengungkapkan Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan dunia, kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi Indonesia. Menurutnya saat ini diibaratkan Indonesia tengah berperang, sebab itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk memenangkan peperangan tersebut.

"Situasi Pandemi Covid-19 membuat kita seperti berperang, sebab itu kita harus gotong royong, salah satunya dengan vaksinasi ini yang diharapkan bisa menjadi daya ungkit ekonomi kita," ujar Arsjad.

Ke depan, KADIN Indonesia akan menyiapkan vaksin untuk didistribusikan pada PWI di seluruh Indonesia. Serbuan vaksin harus massif sehingga kekebalan kelompok dapat segera terwujud.

"Nanti kami juga akan distribusikan vaksin ke seluruh PWI di Indonesia, Bengkulu adalah yang pertama dan sebagai langkah awal kita berkolaborasi melawan Pandemi ini," ungkapnya.

Kolaborasi antara KADIN dan PWI diungkapkan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang ikut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut dinilainya sebagai kolaborasi yang paling rill dan kongkrit. 

"Ini adalah kolaborasi yang kongkrit antara pemerintah, pers dan pelaku usaha. Dengan demikian maka akan mencapai optimalisasi yang luar biasa. Pers ikut berperan memberikan edukasi pada masyarakat pentingnya vaksin sehingga target vaksinasi kita segera tercapai," jelas Rohidin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00