Bertahan ditengah Pandemi, Senator Riri : Industri Perkebunan Sawit Perlu Digenjot

KBRN, Bengkulu - Pandemi Covid-19 tak memukul aktivitas produksi kelapa sawit sebagaimana yang terjadi pada hampir semua sektor bisnis.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bahkan merilis, industri kelapa sawit yang menyerap 16 juta lapangan kerja mampu menjamin kesejahteraan pekerja di tengah pandemi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, kabar baik tersebut harus dikembangkan lebih lanjut dengan kebijakan yang mendukung ekosistem yang mendukung, namun dengan benar-benar memperhatikan aspek sosial dan lingkungan hidup.

"Indonesia adalah pemain besar dunia dalam hal persawitan, tapi produktifitasnya masih rendah, kurang dari 3-4 ton per hektare. Saya dukung semua program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sawit, namun bukan cuma dengan mengejar untung doang, tapi benar-benar dengan jaminan tidak merusak lingkungan hidup," kata Senator Riri pada Rabu, (28/7/2021).

Srikandi Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, setiap persoalan yang muncul terkait tumpang tindih lahan, degradasi hutan, alih fungsi, hilangnya flora fauna endemik, hilangnya sumber-sumber mata air, krisis air hingga pembalakan liar harus diselesaikan dengan cermat dan seksama.

Artinya, jangan sampai pengelolaan sawit oleh perusahaan-perusahaan sampai menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu apa-apa yang menjadi hak masyarakat harus ditunaikan dan pekerjakan masyarakat dengan adil. Terlebih jantungnya pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat, bukan kebijakan yang menyengsarakan.

"Rasa syukur disampaikan atas kenaikan harga pembelian TBS kelapa sawit di sejumlah daerah di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terjadi saat ini. Mudah-mudahan harganya naik terus sehingga petani bisa senang karena kesejahteraannya meningkat dan juga harapan saya di sektor-sektor lain bisa seperti sawit. Kebal corona, sehingga menekan kemiskinan dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja," demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Berdasarkan data yang dirilis KPCPEN, produksi sawit RI menguasai pasar internasional, bahkan mencapai 55 persen pasar dunia dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional, yakni berkontribusi 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tak hanya itu, sawit juga menjadi kontributor terbesar pada total ekspor non migas 13 persen dengan memanfaatkan tidak lebih dari 10 persen total global land bank untuk minyak nabati dan berkontribusi  16 juta dengan multiplier effect besar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00