Legislator Soroti Usaha Bengkel dan Tukang Las Kosong Oksigen

KBRN, Bengkulu : Setelah sebelumnya rumah sakit kekosongan oksigen untuk merawat pasien Covid 19, kali ini dialami masyarakat yang berprofesi membuka usaha bengkel dan tukang las.

Mayoritas masyarakat usaha bengkel dan tukang las mengeluh dalam mendapatkan oksigen. Terlebih di tengah kondisi pandemi ini, pemerintah daerah juga mengeluarkan kebijakan khusus dan akan dilakukan pengawasan ketat.

Dengan adanya kebijakan khusus tersebut mendapat respon dari Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Yurman Hamedi.

Mengingat diakui Yurman yang mendengar keluhan usaha bengkel dan tukang las sejak satu bulan terakhir, stok oksigen ini kosong.

Kekosongan oksigen itu disampaikan, semejak Covid-19 dan diberlakukan PPKM. Apalagi para pelaku usaha tersebut tidak bisa mendapatkan gas oksigen. Ironisnya lagi kondisi ini pun terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota.

"Mereka (masyarakat usaha bengkel dan tukang las,red) menyampaikan oksigen itu ada. Tapi hanya boleh untuk pasien yang sedang dirawat. Padahal selain pasien, para pelaku usaha tukang las serta perbengkelan juga sangat membutuhkan gas oksigen untuk menunjang keberlangsungan usaha mereka. Saya sudah chat WA kepada Pak Gubernur Rohidin dan meminta beliau menindaklanjuti laporan ini," ungkap anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu pada Jumat, (23/7/2021).

Dengan kondisi ini politisi Perindo ini menilai, kehidupan ekonomi mereka sangat terpukul sangat, karena roda ekonomi tidak berjalan.

Bahkan beberapa tukang las mengaku jika situasi aeperti ini, tidak mati karena Covid 19, tapi mati karena sulit mendapatkan oksigen untuk usaha.

"Saya harapkan kepada Gubernur bisa secara arif dan bijak dalam menyikapi persoalan pasokan gas oksigen. Apalagi jika perlu minta pasokan tambahan oksigen ke Pertamina, dan pada Senin, (24/7/2021) mendatang, kita dari DPRD Provinsi akan sidak langsung ke gudang oksigen yang ada di Bengkulu," tukas Yurman. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00