Optimalkan Fungsi Pelabuhan Pulau Baai, Pemprov Rancang Regulasi Khusus

KBRN, Bengkulu : Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah pada Rabu, (23/6/2021) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Dari sidak Wagub Bengkulu yang didampingi General Manager (GM) PT Pelindo II/IPC Cabang Bengkulu Titah Yudhana, dan Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Yudi Ardian, sempat memantau kondisi kekinian pelabuhan Pulau Baai dengan menggunakan kapal laut.

Disela-sela sidak, Wagub Rosjonsyah menyampaikan, potensi pelabuhan laut Bengkulu yang dikelola PT Pelindo II Bengkulu ini sangat indah dan luas. Apalagi jika dibandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Periok dan Banten, Pelabuhan Pulau Baai lebih luas.

Artinya, dengan potensi yang dimiliki itu diakui, tinggal lagi memfasilitasikan secara bersama-sama baik Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Pelindo II Cabang Bengkulu, bisa lebih baik, terutama dari hal-hal yang bisa menghambat aktifitas pelayanan bongkar muat barang di pelabuhan.

Oleh karena itu dikatakan Wagub, Pemda akan membuatkan regulasi khusus, sehingga aktifitas pintu gerbang perekonomian Bengkulu melalui Pelabuhan Pulau Baai, bisa berjalan lebih maksimal lagi, meski di tengah fasilitas yang tidak dipungkiri masih kurang akan dilengkapi.

“Dengan kaya potensi Sumber Daya Alam (SDA), perlu dioptimalkan lagi dengan sebuah aturan khusus, sehingga aktifitas ekspor dari Bengkulu, bisa terpusat dan berjalan sesuai target. Mengingat untuk standar ekspor Pelabuhan Pulau Baai sekitar 7 juta ton pertahun, saat ini baru sekitar 3 juta ton. Termasuk CPO, target ekspor 1 juta ton pertahun, tapi sekarang masih sekitar 400 ton, sehingga 600 ton lagi diperkirakan melakukan ekspor dari luar Pelabuhan Pulau Baai,” ujar Rosjonsyah.

Menurut Wagub, dengan tercapainya target ekspor di Pelabuhan Pulau Baai, statusnya bisa meningkat menjadi salah satu Pelabuhan Internasional, seiring dukungan keberadaan jalan tol, perekonomian daerah Bengkulu bisa meningkat dan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terlebih ketika perusahaan asing berdiri di Bengkulu, juga akan menyerap lapangan kerja, sehingga angka pengangguran bisa berkurang.

“Pemda akan mendorong agar Pelabuhan Pulau Baai bisa lebih baik lagi, terkhusus juga target akhir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat terealisasi. Apalagi Pemda bekerjasama dengan pihak ketiga, juga telah meminta lahan antara 5 sampai 10 hektar untuk di bangun gudang, sehingga hasil bumi yang dikumpulkan seperti Pinang, Karet, Kopi, Pala dan Aren, bisa langsung di ekspor nantinya,” terang mantan Bupati Lebong dua periode ini.

Sementara itu, GM PT Pelindo II/IPC Cabang Bengkulu Titah Yudhana menjelaskan, dengan potensi SDA yang luar biasa banyaknya di miliki, ketika di bawa keluar masih banyak tidak melewati Pelabuhan Pulau Baai.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan Pemda, berupa kebijakan khusus, sembari sarana dan prasarana terus dilengkapi, sehingga setiap barang yang keluar dari Bengkulu bisa melalui Pelabuhan Pulau Baai.

“Potensi yang dimiliki daerah memang banyak dan jika membutuhkan fasilitas, kita akan disiapkan, karena kerjasama tidak mesti dari pihak pelabuhan yang menginvestasi, tapi bisa dari pihak investor, dan tidak mesti menunggu lama, asal serius dengan dukungan regulasi yang ada, bisa kita berikan,” demikian Titah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00